Oleh : Suwardi (Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Kotabumi)
Musibah merupakan suatu peristiwa yang kurang menyenangkan bagi sebagian manusia. Seperti halnya yang terjadi saat ini. Seluruh umat manusia di dunia tak terkecuali masyarakat Indonesia tengah diuji serangan pandemi Virus Corona atau Covid-19. Menurut ajaran Islam, sebuah musibah adalah ujian bagi orang-orang yang beriman. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam firmanNya didalam Alquran surat Albaqarah ayat 155-156 yang artinya:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (sesungguhnya kami milik Allah dan epada-Nyalah kami kembali).
Ketika terjadi suatu musibah, seorang yang beriman harus memiliki sikap positif dalam menghadapinya diantaranya :
Semakin memperkuat Kesabaran
Kesabaran merupakan kunci dalam menghadapi musibah, karena akan sangat berbeda ketika seseorang yang beriman dan tidak beriman dalam menghadapi sebuah musibah. Orang yang beriman akan cenderung bersabar dan melakukan introspeksi diri dan tidak mudah untuk menyalahkan siapapun atas musibah tersebut terlebih mengeluh atau bahkan menyalahkan Allah SWT. Sebaliknya bagi orang yang tidak beriman akan dengan mudah mencaci maki dan menyalahkan orang lain atas musibah yang menimpanya.
Allah SWT telah memberikan tuntunan kepada kita dalam menghadapi musibah ini dengan menjadikan sabar dan sholat sebagai penolong.
“Wahai orang-orang yang beriman, Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar” (Albaqarah:153)
Memberikan Pertolongan Terhadap Orang yang Tertimpa Musibah
Meskipun sama-sama mengalami musibah dalam hal ini pandemi covid-19, namun kita harus tetap saling tolong menolong sehingga dapat sama-sama terbebas dari musibah ini, maka tidak heran banyak yang melakukan pembagian masker, sembako, penyemprotan disienfektan dan paling minimal adalah memberikan informasi yang berguna terkait dengan penyakit tersebut. Memberikan pertolongan terhadap orang yang tertimpa musibah sesuai dengan perintah Allah SWT dalam firmannya:
“… dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (Almaidah:2)
Bersikap Istiqomah dan Optimis
Satu hal yang tidak kalah penting bagi seorang muslim dalam mengahadapi musibah adalah istiqomah artinya teguh dalam pendirian atau bertahan dalam kebenaran, karena musibah yang dihadapi belum tentu lebih sulit dari yang dihadapi oleh orang lain, sebagaimana firman Nya dalam surat Hud ayat 112 yang berbunyi:
“maka tetaplah engkau (muhammad) (dijalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang mau kerjakan”.
Selanjutnya yang terpenting adalah sikap optimis, bahwa dibalik musibah pasti akan ada hikmah dan ada kemudahan yang akan diberikan oleh Allah SWT, sehingga kita tidak boleh putus asa dan tetap yakin bahwa setelah musibah ini akan ada hal-hal yang lebih baik yang akan diberikan oleh Allah SWT.
“…Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” Quran Surat Al-Insyirah Ayat 6)
Akan datang kebahagiaan setelah kesempitan, dan kemudahan setelah kesulitan, maka janganlah bersedih dan jangan memaki. Karena kesulitan yang telah mendahului dan musibah-musibah yang engkau terima, setelahnya akan menjadi kemudahan.
Wallahu a’lam bisshowab. (*)

Istiqomah dan Optimis Dalam Menghadapi Musibah 




