KOTABUMI — Rencana untuk dilakukannya Rapid Test secara massal baik secara umum ataupun diruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) hingga saat ini masih belum jelas. Sementara kasus terkonfirmasi terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten setempat diketahui semakin bertambah.
Sanny Lumi kepala sekretariat gugus tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Lampura, menjelaskan memang ada rencana untuk diadakannya Rapid Test secara massal. Namun kebijakan tersebut akan diambil melalui hasil evaluasi terlebih dahulu. Evaluasi dengan tim gugus tugas, yang terdiri dari pimpinan daerah yaitu Plt. Bupati, Kapolres, dan Dandim. “Apa yang menjadi keinginan dari masyarakat itu sudah di tangkap oleh tim gugus tugas dan masih dalam Evaluasi. Kami dari posko gugus tugas, pada prinsipnya kapanpun pelaksanaannya kami siap,” ujarnya kepada Radar Kotabumi, Senin (8/6) sekira pukul 13.00 WIB.
Menurut Sany Lumi, Pemkab Lampura sudah memasan alat Rapid Test sebanyak 1500 unit. Namun terkait jumlah anggarannya, secara ditail dirinya kurang memahami. Karena ada satuan tugas lainnya yang membidangi dalam masalah tersebut.
“Untuk penambahan pengadaan alat Rapid Test yaitu sebanyak 1500 unit, namun berapa anggaran yang digelontorkan untuk pembelian alat tersebut secara ditail saya tidak memahami, dikarenakan ada satuan tugas lainnya yang membidangi dalam masalah itu,”paparnya.
Pada intinya lanjutnya, untuk pelaksanaan Rapid Test secara massal, masih menunggu arahan dan kebijakan dari pimpinan daerah. Sebab Rapid Test secara massal juga harus dipertimbangkan dari tingginya peningkatan angka orang yang terkonfirmasi.
Sedangkan saat ini, diketahui bersama di Kabupaten Lampung Utara, masih bergerak di angka 6 orang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. “Jadi untuk Rapid Test secara massal, kami masih menunggu arahan dan kebijakan dari pimpinan daerah,” tegasnya. (fer/her)






