KOTABUMI — Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) nampaknya harus bersabar. Betapa tidak, pasalnya bantuan stimulus yang sebelumnya telah diajukan melalui Dinas Koperasi dan UMKM setempat belum juga menunjukkan adanya tanda-tanda bakal terealisasi.
Padahal semula Dinas Perindustrian dan UMKM Provinsi Lampung yang meminta data pelaku usaha dan industri terdampak. Namun sayangnya instasi tersebut hanya memberi bekal pelatihan.
“Kalau bantuan modal atau dana stimulus hingga kini belum ada info terbaru. Kegiatan yang dilaksanakan hanya berupa pelatihan Digital Marketing produk UMKM secara online. Itu pun melalui aplikasi zoom yang hanya diikuti lima pelaku usaha,” ujar Dina Pratiwarini, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lampung Utara kepada Radar Kotabumi, kemarin (7/6)
Dina mengaku, tak mengetahui secara pasti ihwal penyebab belum terealisasinya bantuan stimulus yang telah disampaikan ke pihak provinsi tersebut. Hanya saja menurutnya, dari ribuan pelaku yang terdata memang tak seluruhnya diajukan untuk mendapatkan bantuan stimulus dimaksud. Namun pihaknya mencatat, setidaknya jumlah usaha dan industri kecil menengah yang diusulkan tak kurang dikisaran angka dua ratusan pelaku usaha.
“Itu pun usaha-usaha yang benar-benar membutuhkan bantuan akibat imbas Covid-19. Awalnya kami ajukan dua ratusan unit usaha. Lalu dari Provinsi ada perubahan lagi. Makin kesini malah menurun jumlahnya,” terangnya.
Kendati begitu, ia menyebut, alasan dilakukannya pelatihan berbasis online yang hanya diikuti oleh lima pelaku UMKM asal Lampura itu tak lain sebagai bentuk sarana dalam hal perluasan pemasaran. Terlebih di era pandemi Covid-19, sudah barang tentu berdampak pada omset yang dihasilkan. Belum lagi kendala-kendala teknis dilapangan. Acapkali para pelaku usaha kesulitan dalam segi mengenalkan produknya.
“Mudah-mudahan bisa diserap dengan baik. Harapannya lewat sarana pelatihan pelaku usaha bisa memaksimalkan kualitas produknya. Sekaligus melebarkan jangkauan pemasaran tentunya”.
Diketahui berdasar data, sedikitnya tak kurang dari 11.266 UMKM tercatat di Lampung Utara. Walaupun pandemi melanda, ia mengaku hingga kini pihaknya belum menerima adanya laporan mengenai pelaku usaha yang berhenti beroperasional. Namun ia tak menampik, sebagian para pelaku usaha kecil menengah memang mengalami penurunan omset. Beberapa sektor usaha dimasksud meliputi konveksi, dan usaha dibidang hiburan. “Laporan yang tutup belum ada. Hanya penurunan pendapatan yang kami terima informasinya,” pungkasnya. (ano/fer/her)






