KOTABUMI — Sejumlah program kerja Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terancam tertunda. Hal itu disebabkan pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih saja belum menunjukkan adanya tanda-tanda kapan bakal berakhir. Padahal sebelumnya berbagai konsep perencanaan untuk dapat lebih mengoptimalkan pengembangan dari sektor tersebut telah disiapkan.
Termasuk didalamnya rencana pengembangan sentra budidaya perikanan dan Desa Agromina wisata di Kecamatan Abung Tinggi.
“Melihat kondisi saat ini, mau tidak mau sementara kita tunda. Apalagi sejak merebaknya pandemi corona yang sedikit banyak memaksa untuk membatasi pergerakan banyak orang,” ujar Sanny Lumi, Kepala Dinas Perikanan Lampung Utara saat diwawancarai Radar Kotabumi, kemarin (9/6).
Menurutnya, alasan dipilihnya konsep tersebut, berangkat dari beberapa kendala yang seringkali dihadapi oleh para peternak dalam hal budidaya perikanan. Sebab sejauh ini, tak jarang dari mereka yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan benih. Selain itu tambahnya, melalui kegiatan pemberdayaan di sektor perikanan, diharapkan nantinya tidak lagi membuat masyarakat harus ke luar daerah hanya untuk mendapatkan benih.
“Selama ini kebanyakan peternak memang membeli benih dari luar. Sebenarnya kondisi itulah yang mendasari konsep tersebut. Dengan harapan ke depan mereka nantinya bisa memproduksi sendiri benihnya,” katanya.
Bukan tanpa alasan hal itu diucapkannya, mengingat begitu potensialnya sebaran kolam-kolam rakyat yang ada di wilayah Lampung Utara. Seperti di wilayah Abung Tinggi saja misalnya, dengan luas kolam yang dimiliki tak kurang dari 50 hektare akan sangat berpeluang bila dapat benar-benar dikelola dengan baik. Namun sayangnya, sejak merebaknya pandemi corona, rencana tersebut terpaksa tertunda. Sementara untuk beberapa program lainnya masih tetap berjalan.
“Untuk koperasi sudah berjalan. Begitu pun sebagian usaha kolam ikan rakyat. Untuk tahun ini kegiatan yang bisa kita jalankan hanya pembinaan pokdakan. Kalau untuk bantuan langsung memang belum terealisasikan,”
Disinggung soal besaran anggaran rencana pengembangan pusat sentra perikanan dan Agromina wisata tersebut, Sanny mengaku secara spesifik memang tidak ada. Sebab dalam konsep itu bukan hanya melibatkan peran pemerintah semata, melainkan banyak stakeholders lain yang terlibat didalamnya. Begitupun untuk perbaikan embung dan infrastruktur jalan penunjang yang dikelola oleh dinas PUPR, ia mengaku tahu pasti besaran nominal angkanya.
“Soal itu angka pastinya Dinas PUPR yang tahu. Kalau untuk anggaran operasianal Dinas Perikanan lumayan besar. Nilainya sekitar Rp.1,3 Miliar,” pungkasnya. (ano/fer/her)

Corona Sebabkan Tertundanya Program Diskan Lampura 




