Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 9 Jun 2020 20:11 WIB ·

Corona Sebabkan Tertundanya Program Diskan Lampura Diantaranya Pengembangan Sentra Budidaya Perikanan dan Desa Agromina Wisata


 <span class=Corona Sebabkan Tertundanya Program Diskan Lampura Diantaranya Pengembangan Sentra Budidaya Perikanan dan Desa Agromina Wisata"> Perbesar

KOTABUMI — Sejumlah program kerja Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terancam tertunda. Hal itu disebabkan pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) masih saja belum menunjukkan adanya tanda-tanda kapan bakal berakhir. Padahal sebelumnya berbagai konsep perencanaan untuk dapat lebih mengoptimalkan pengembangan dari sektor tersebut telah disiapkan.

Termasuk didalamnya rencana pengembangan sentra budidaya perikanan dan Desa Agromina wisata di Kecamatan Abung Tinggi.

“Melihat kondisi saat ini, mau tidak mau sementara kita tunda. Apalagi sejak merebaknya pandemi corona yang sedikit banyak memaksa untuk membatasi pergerakan banyak orang,” ujar Sanny Lumi, Kepala Dinas Perikanan Lampung Utara saat diwawancarai Radar Kotabumi, kemarin (9/6).

Menurutnya, alasan dipilihnya konsep tersebut, berangkat dari beberapa kendala yang seringkali dihadapi oleh para peternak dalam hal budidaya perikanan. Sebab sejauh ini, tak jarang dari mereka yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan benih. Selain itu tambahnya, melalui kegiatan pemberdayaan di sektor perikanan, diharapkan nantinya tidak lagi membuat masyarakat harus ke luar daerah hanya untuk mendapatkan benih.

“Selama ini kebanyakan peternak memang membeli benih dari luar. Sebenarnya kondisi itulah yang mendasari konsep tersebut. Dengan harapan ke depan mereka nantinya bisa memproduksi sendiri benihnya,” katanya.

Bukan tanpa alasan hal itu diucapkannya, mengingat begitu potensialnya sebaran kolam-kolam rakyat yang ada di wilayah Lampung Utara. Seperti di wilayah Abung Tinggi saja misalnya, dengan luas kolam yang dimiliki tak kurang dari 50 hektare akan sangat berpeluang bila dapat benar-benar dikelola dengan baik. Namun sayangnya, sejak merebaknya pandemi corona, rencana tersebut terpaksa tertunda. Sementara untuk beberapa program lainnya masih tetap berjalan.

“Untuk koperasi sudah berjalan. Begitu pun sebagian usaha kolam ikan rakyat. Untuk tahun ini kegiatan yang bisa kita jalankan hanya pembinaan pokdakan. Kalau untuk bantuan langsung memang belum terealisasikan,”

Disinggung soal besaran anggaran rencana pengembangan pusat sentra perikanan dan Agromina wisata tersebut, Sanny mengaku secara spesifik memang tidak ada. Sebab dalam konsep itu bukan hanya melibatkan peran pemerintah semata, melainkan banyak stakeholders lain yang terlibat didalamnya. Begitupun untuk perbaikan embung dan infrastruktur jalan penunjang yang dikelola oleh dinas PUPR, ia mengaku tahu pasti besaran nominal angkanya.

“Soal itu angka pastinya Dinas PUPR yang tahu. Kalau untuk anggaran operasianal Dinas Perikanan lumayan besar. Nilainya sekitar Rp.1,3 Miliar,” pungkasnya. (ano/fer/her)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline