KOTABUMI — Selama masa Pandemi Covid-19, setidaknya ada enam program kegiatan di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata(Dispora) yang tidak dapat berjalan.
Kadispora Lampura Ilham Akbar menjelaskan, sebelumnya enam program kegiatan yang ada di Dispora ini sudah masuk dalam program kerja di tahun 2020.
Namun dalam waktu tiga bulan terakhir dan hingga saat ini baik Kabupaten bahkan nasional masih dalam masa pandemi covid-19.
Dimana kegiatan di Dispora ini mengumpulkan orang ramai sehingga tidak bisa dilaksnakan.”Ada enam kegiatan kita yang nggak berjalan mulai dari pemilihan muli menkhanai, Pengiriman tim seni dan budaya, Pawai budaya, Haornas, pemberian Bantuan cabor dan Pestival Ratula,”jelas Ilham saat diwawancarai Radar Kotabumi di ruang kerjanya, Kamis (11/6).
Selain itu lanjut Ilham, masih banyak kegiatan di Dispora yang juga belum berjalan. Seperti HUT Lampura, peringatan Hari Kemerdekaan, Pembinaan Atlit, Pemberian penghargaan Untuk Atlit berprestasi, dan kegiatan lainnya.
Dengan berjalannya waktu pihaknya akan melihat perkembangan ke depan. Karena sejauh ini untuk anggaran yang terealisasi baru 13,42 persen atau baru melakukan pencairan sekitar Rp 300 juta dari total anggaran Rp 2,2 Miliar.”Kita berharap wabah yang mendunia ini segera cepat berlalu dan semua kembali normal,”harapnya.
Meski begitu kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan Pemerintah harus tetap berjalan. Untuk kegiatan seremoni di Dispora sendiri itu biasanya jadwalnya mengikuti dari Pemerintah Pusat dan serentak, jadi tidak bisa di ulangi kembali meski kondisi sudah normal.”Misalkan pemilihan muli meghanai itu diadakan bulan April tiba-tiba saat kondisi sudah normal di bulan September kita ingin mengadakannya, itu nggak bisa. Karena kita ini kegiatannya serentak dan muaranya nanti ajang di Pusat,”kata dia.
Mengenai adanya tempat wisata yang sudah buka tambah Ilham, memang sudah ada beberapa destinasi wisata yang beroperasi kembali. Namun demikian pihaknya sudah memberikan himbauan kepada para pengelola untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Pemerintah.
Bahkan ia juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait pembukaan sarana olahraga dalam masa New Normal.
Rencana pembukaan ini juga harus sesuai dengan protokol kesehatan, sehingga kebutuhan olahraga Masyarakat Lampura bisa terpenuhi.”Kalau untuk turnamen kita nggak berani, karena ini pasti akan terjadi penumpukan. Untuk itu kita akan koordinasikan mengenai pembukaan saran olahraga,”pungkasnya. (ria/fer/her)






