KOTABUMI — Dinas Ketahan Pangan Kabupaten Lampung Utara(Lampura), memastikan stok beras dikabupaten Lampung Utara, masih aman. Sebab di gudang Dinas Ketahanan Pangan sendiri masih tersimpan sebanyak 17 ton. Hanya saja stok beras tersebut tidak dapat diperuntukan bagi warga terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Sebabuntuk bantuan dimaksud telah ada dinas atau instansi pemerintah tersendiri. Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial. “Stok beras kita aman, masih ada 17 ton di gudang”, terang Rendra Yusfie saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (16/6).
Dijelaskan Rendra, stok beras yang berada di Dinas Ketahanan pangan baru akan dikeluarkan jika terjadi kelangkaan beras dan lonjakan harga di pasaran. Sementara saat ini, beras masih banyak dipasaran dan harganya juga realtif stabil.
Menurut Rendra, beras yang berada di gudang merupakan hasil pembelian dari petani lokal dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampura. Beras dimaksud tidak boleh dipasok dari luar. Di tahun-tahun sebelumnya memang beras tersebut pernah di bagi dengan besaran 5 kg hingga 10 kg. Itupun saat beras mengalami harga yang tinggi dan terjadi kelangkaan.
“Beras di gudang sendiri ada perawatannya. Setiap bulan di cek, ada yang rusak atau berasnya sudah tidak bagus itu pasti. Saya lebih senang beras itu ke luar dibagi, tapi aturannya mengatur tidak bisa dibagi sembarangan ya mau gimana lagi,”ucap dia.
Rendra menambahkan, saat Dinas Ketahanan Pangan tengah gencar melaksanakan program yang ada pada Kelompok Wanita Tani(KWT). Di dalam KWT tersebut lahan-lahan pekarangan rumah warga dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran.
Mulai dari cabai, rampai, bawang, sawi, kangung dan sayuran lainnya. Dari hasil memanfaatkan pekarangan rumah itu perekonomian ibu rumah tangga bisa terbantu. Jika sebelumnya harus pergi ke pasar dan mengeluarkan uang untuk membeli sayuran ini tidak lagi. Bahkan dari hasil dari membuka lahan kecil itu, mereka bisa menjualnya ke warung bahkan ke pasar-pasar.
Di Lampura KWT ada beberapa kelompok ada KWT di Desa Penumbuhan dan Desa Pengembangan. Di Desa penumbuhan ada enam KWT yang tersebar di Kecamatan Kotabumi Selatan, Abung Tengah, Kotabumi, Abung Semuli, Kotabumi Utara dan Sungkai Tengah. Sementara untuk Desa Pengembangan ada di Kecamatan Tanjung Raja dan Kecamatan Bukit Kemuning.”Bantuan sendiri dari pusat langsung ada yang diberupa bibit atau dana yang disalurkan langsung ke KWT,”pungkasnya. (ria/fer/her)






