KOTABUMI–Satu lagi warga Lampung Utara, terkonfirmasi positif Coronavirus Disease (covid-19), dinyatakan sembuh. Warga dimaksud adalah ZA yang merupakan warga Kecamatan Abung Surakarta. ZA menjalani isolasi selama hampir satu bulan lamanya di Gedung Serba Guna (GSG) Islamic Center Kotabumi.
Kepastian seputar kesembuhan ZA didapat setelah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Lampura menerima hasil tes swab yang bersangkutan. “Alhamdulillah, pak ZA sudah kembali ke rumahnya.
Kepulangannya ini setelah hasil tes Swab sebanyak dua kali hasildinyatakan telah negatif dari paparan virus Corona.” jelas sany Lumi juru bicara Tim Gugus Tugas Lampura, Minggu (28/6). Sanny berharap, jumlah warga yang sembuh dari paparan virus Corona akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Dijelaskan Sany, Secara akumulasi kasus terkonfirmasi positif berjumlah 13 orang. Dengan penambahan kesembuhan ZA, maka jumnlah yang sembuh menjadi enam orang. Satu orang meninggal dunia dan enam sedang dalam perawatan. Sementara untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) tercatat sebanyak 158 orang yang 139 diantaranya sudah selesai pengawasan. dengan begitu, hanya tinggal 19 orang yang masih dalam proses pemantauan.
Untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) jumlah keseluruhan sebanyak 133. dari jumlah itu, tinggal satu orang saja yang masih berstatus ODP 130 dinyatakan selesai pemantauan, dua orang meninggal dunia. “Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat sebanyak delapan orang. Tiga orang dinyatakan sembuh, sedangkan lima orang meninggal dunia,” jelas Sany Lumi
Menurut Sany, masyarakat Lampura tetap harus waspada dan dapat hidup disiplin menjalani protokoler kesehatan. Karena covid-19, belum benar-benar hilang dari bumi Lampura. Apalagi menghadapi tananan kehidupan baru (new normal). Dimana aktivitas warga dapat dilaksanakan hanya saja dengan menggunakan protokoler kesehatan. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan. Pola hidup sehat juga amat disarankan. Kami berharap masyarakat tetap dapat disiplin menjalankan protokoler kesehatan,” imbaunya (ndo/her)






