Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 2 Jul 2020 22:31 WIB ·

Selama Pandemi Covid-19 Stok Darah di PMI Aman


 Foto IST  Tampak tim PMI Lampura saat melakukan pengambilan darah dari Masyarakat yang hendak melakukan donor darah di Pasar Bunga Mayang. Perbesar

Foto IST Tampak tim PMI Lampura saat melakukan pengambilan darah dari Masyarakat yang hendak melakukan donor darah di Pasar Bunga Mayang.

KOTABUMI-Berbagai upaya jemput bola untuk membantu Masyarakat yang sakit dan membutuhkan darah tambahan, Palang Merah Indonesia(PMI) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) turun ke beberapa lokasi.
Ketua PMI Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan menjelaskan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya mencari para pendonor untuk membantu sesama.
Saat ini stok darah yang tersedia di PMI Lampura masih aman.

Di Unit Transfusi Darah Cabang(UTDC) PMI Lampura ada sekitar 250 kantong darah.
Biasanya disaat keadaan normal, dalam satu bulan kebutuhan darah dari beberapa Rumah Sakit(RS) mecapai 350 kantong.”Selama masa Pandemi Covid-19 ini, kebutuhan darah justru berkurang. Sehingga saat Masyarakat membutuhkan darah bisa kita penuhi,”jelas Maya N Manan saat dikonfirmasi melalui pesan Whatshap(WA) nya, Kamis  (2/7).

Sejauh ini lanjut Maya, langkah-langkah yang sudah dilakukan yakni mulai dari menggerakkan mobil donor darah sukarela di Kecamatan-kecamatan yang ada di Lampura.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi stok darah di UTDC PMI Lampura.
Dirinya juga menghimbau kepada para pendonor aktif agar secara rutin mendonorkan darahnya ke PMI Lampura.”Alhamdulillah untuk saat ini semua golongan jenis darah tersedia, tidak ada yang langka. Mudah-mudahan saat Masyarakat membutuhkan stok darah kita tersedia,”ucapnya.

Sejauh ini masih Maya, ada delapan pendonor tetap yang melakukan donor darah setiap dua hingga tiga bulan sekali.
Mulai dari group peduli thalasemia, rekan-rekan adik-adik relawan PMI, dari Polres, Kodim, Aparatur Sipil Negara(ASN) dan Masyarakat.
Darah sendiri disalurkan sesuai dengan permintaan dari RS yang diperlukan oleh pasien.
Jika darah yang diperlukan pasien cukup banyak pihaknya berharap ada donor keluarga untuk menggantikan darah yang di keluarkan dari PMI.

Darah sendiri didapat secara gratis jika menggunakan BPJS.
Namun jika tidak memiliki BPJS, maka akan dikenakan Biaya Pengganti Pengolah Darah(BPPD) sebesar Rp 360 Ribu.
Biaya ini diambil untuk pemeriksaan darah agar bebas dari penyakit-penyakit yang bisa menular, karena tidak menggunakan BPJS.”Sehari yang lalu kita dapat tambahan 45 kantong dari Masyarakat yang ada di Pasar Bunga Mayang,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline