Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 26 Jul 2020 21:51 WIB ·

Disdag Pastikan Pasokan Gas Melon Ditambah


 Disdag Pastikan Pasokan Gas Melon Ditambah Perbesar

KOTABUMI — Untuk mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan gas tabung melon, Jumat(24/7) tanpa membawa personil dari Dinas Perdagangan(Disdag) Hendri Kepala Disdag Lampura turun langsung ke sejumlah pangkalan besar gas yang ada di Lampura.

Dari hasil ia turun langsung tersebut ternyata yang menyebabkan gas elpiji tabung 3 kilogram(kg) langka yakni karena permintaan dari konsumen yang meningkat tajam dan diberlakukannya New Normal Covid-19.”Kalau di pangkalan pasukannya normal, seminggu tiga kali. Namun memang permintaan konsumen terhadap gas elpiji beberapa hari ini meningkat tajam,”jelas Hendri usai melakukan peninjauan gas elpiji di Kelapa Tujuh Kotabumi.

Pasokan gas elpiji tabung melon sendiri, lanjut Hendri, dalam penjualannya selama beberapa hari terakhir ini tidak membutuhkan waktu yang lama.
Dalam waktu setengah jam gas-gas di pangkalan sudah ludes terjual. Dari hasil turun ke lapangan Kadisdag langsung melakukan koordinasi dengan Korwil, Pertamina dan agen tabung gas elpiji 3kg.

Dari hasil koordinasi disepakati bersama mulai Senin(27/7) akan dilakukan penambahan pasokan gas elpiji 3kg kusus ubtuk daerah yang mengalami kelangkaan.
Jika memungkinkan nanti, dari Disdag akan melakukan pengawalan dalam pendistribusian penambahan tabung melon tersebut.”Insyaallah jika tidak ada halangan beberappa hari ini ada penambahan gas tabung melon.
Penambahan ini sementara hanya diperuntukan untuk daerah-daerah yang memang mengalami kelangkaan,”kata Hendri, Minggu (26/7).

Meningkatnya permintaan gas dan tidak ada penyaringan untuk Masyarakat yang tidak mampu juga merupakan faktor penyebab kelangkaan gas terjadi.
Apalagi saat ini perayaan salah satu hari besar akan dilakukan, sehingga pengguna tabung melon meningkat.”Masyarakat seharusnya lebih sadar, tabung gas 3kg hanya untuk Masyarakat yang kurang mampu. Jika ingin usaha membuat kue silakan gunakan tabung gas jenis lainnya, kalau sudah langka begini kan kasihan rakyat kecil,”ucapnya.

Sebelumnya tambah Hendri, ia juga sempat mendengar ada salah satu agen gas bahkan hingga pengecer yang menaikkan harga jual hingga mencapai Rp 30 Ribu per tabung. Untuk itu pihaknya akan melakukan pengecekan mengenai hal tersebut, sehingga dalam hal ini tidak ada yang merasa dirugikan.

Pihaknya akan mencari tau terlebih dahulu berapa HET(Harga Eceran Tertinggi) yang bisa di jual oleh Agen dan Pengecer.”Ingat jangan main-main, apalagi sampai nimbun dan menjual harga mahal. Kami memang sistemnya hanya pengawasan, tapi kalau ada yang bermain kami akan gandeng aparat hukum untuk mengambil tindakan. Hal ini kami lakukan demi Masyarakat yang kurang mampu,”tegasnya. (ria/fer/her)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline