KOTABUMI — Untuk mengetahui penyebab terjadinya kelangkaan gas tabung melon, Jumat(24/7) tanpa membawa personil dari Dinas Perdagangan(Disdag) Hendri Kepala Disdag Lampura turun langsung ke sejumlah pangkalan besar gas yang ada di Lampura.
Dari hasil ia turun langsung tersebut ternyata yang menyebabkan gas elpiji tabung 3 kilogram(kg) langka yakni karena permintaan dari konsumen yang meningkat tajam dan diberlakukannya New Normal Covid-19.”Kalau di pangkalan pasukannya normal, seminggu tiga kali. Namun memang permintaan konsumen terhadap gas elpiji beberapa hari ini meningkat tajam,”jelas Hendri usai melakukan peninjauan gas elpiji di Kelapa Tujuh Kotabumi.
Pasokan gas elpiji tabung melon sendiri, lanjut Hendri, dalam penjualannya selama beberapa hari terakhir ini tidak membutuhkan waktu yang lama.
Dalam waktu setengah jam gas-gas di pangkalan sudah ludes terjual. Dari hasil turun ke lapangan Kadisdag langsung melakukan koordinasi dengan Korwil, Pertamina dan agen tabung gas elpiji 3kg.
Dari hasil koordinasi disepakati bersama mulai Senin(27/7) akan dilakukan penambahan pasokan gas elpiji 3kg kusus ubtuk daerah yang mengalami kelangkaan.
Jika memungkinkan nanti, dari Disdag akan melakukan pengawalan dalam pendistribusian penambahan tabung melon tersebut.”Insyaallah jika tidak ada halangan beberappa hari ini ada penambahan gas tabung melon.
Penambahan ini sementara hanya diperuntukan untuk daerah-daerah yang memang mengalami kelangkaan,”kata Hendri, Minggu (26/7).
Meningkatnya permintaan gas dan tidak ada penyaringan untuk Masyarakat yang tidak mampu juga merupakan faktor penyebab kelangkaan gas terjadi.
Apalagi saat ini perayaan salah satu hari besar akan dilakukan, sehingga pengguna tabung melon meningkat.”Masyarakat seharusnya lebih sadar, tabung gas 3kg hanya untuk Masyarakat yang kurang mampu. Jika ingin usaha membuat kue silakan gunakan tabung gas jenis lainnya, kalau sudah langka begini kan kasihan rakyat kecil,”ucapnya.
Sebelumnya tambah Hendri, ia juga sempat mendengar ada salah satu agen gas bahkan hingga pengecer yang menaikkan harga jual hingga mencapai Rp 30 Ribu per tabung. Untuk itu pihaknya akan melakukan pengecekan mengenai hal tersebut, sehingga dalam hal ini tidak ada yang merasa dirugikan.
Pihaknya akan mencari tau terlebih dahulu berapa HET(Harga Eceran Tertinggi) yang bisa di jual oleh Agen dan Pengecer.”Ingat jangan main-main, apalagi sampai nimbun dan menjual harga mahal. Kami memang sistemnya hanya pengawasan, tapi kalau ada yang bermain kami akan gandeng aparat hukum untuk mengambil tindakan. Hal ini kami lakukan demi Masyarakat yang kurang mampu,”tegasnya. (ria/fer/her)






