Sesuaikan Program Pembangunan, Desa Malungun Ratu Gelar Musdesus

46

KOTABUMI — Sejumlah Rencana pembangunan di desa Malungun Ratu, Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara (Lampura) ‘terpaksa’ harus direvisi ulang, volumenya dikurangi atau ditiadakan. Seperti rencana pembuatan lapen jalan desa sepanjang 1706 meter menjadi hanya 355 meter saja. Kemudian dibidang empat Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan penyesuaian.

Sementara dibidang dua yakni pembangunan tugu perbatasan dusun ditunda pelaksanaannya. Ini disebabkan, anggaran dari Dana Desa (DD) yang dikucurkan, sebagian dialihkan untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) warga terdampak Coronavirus Disease 2019 (covid-19). Sebanyak 75 KK menerima BST masing-masing sebesar Rp.600 ribu untuk tuga bulan pertama. Dilanjutkan Rp.300 ribu perbulan, untuk 3 bulan pada tahap II.

Karenanya, Desa Malungun Ratu, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2020, Rabu (29/7). Kegiatan yang dilangsungkan di kantor desa setempat itu, sekaligus membahas Musyawarah Desa (MusDes) tahun 2021. Musdesus dan Musdes tersebut dibuka langsung oleh Suhaili, Kepala Desa Malungun Ratu. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bidan Desa, Pendamping Desa, Babinsa, Babin Kantibmas dan sejumlah tokoh masyarakat.

Suhaili menjelaskan, pandemi covid-19, mengharuskan desa mengalokasikan anggaran DD yang diterima untuk membantu warga terdampak. Di desa tersebut terdapat sebanyak 75 KK penerima bantuan. Untuk tahap pertama, telah disalurkan BST sebesar Rp.600 ribu untuk tiga bulan lamanya. Sehingga total dana yang terserap sebesar Rp.135 juta.

Kemudian dilanjutkan dengan bantuan tahap kedua, yakni sebesar Rp.300 ribu per KK untuk tiga bulan lamanya, yakni sebesar Rp. 67,5 juta. Sehingga keseluruhan dana yang terserap menjadi Rp.202,5 juta, “Karenanya terpaksa sejumlah rencana pembangunan kita sesuaikan kembali. oleh sebab itu, kita gelar Musdesus Perubahan APBDes 2020. Sekaligus kita juga gelar Musdes membahas program pembangunan untuk tahun 2021,” jelas Suhaili.

Diketahui, dalam musyawarah itu, banyak masyarakat mengusulkan untuk pembangunan tahun 2021, dapat diprioritaskan pembangunan siring pasang, pembuatan lapen jalan, sumur bos dan pembinaan Karang Taruna. (cw.dre/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here