Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 3 Agu 2020 21:30 WIB ·

Terkait Wabup, Ini Tanggapan Imam Syuhada


 caption foto : Hi. Imam Syuhada
Perbesar

caption foto : Hi. Imam Syuhada

KOTABUMI–Menanggapi pertanyaan banyak pihak, terkait kontestasi Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabup) Lampung Utara (Lampura), Hi. Imam Syuhada, anggota DPRD Provinsi Lampung, yang juga ketua DPD Partai Nasdem Lampura menjelaskan. Selama ini dirinya tidak berkomentar dikarenakan menghormati proses hukum yang sedang dijalankan Agung Ilmu Mangkunegara.

Disaat yang sama ia memaklumi kesibukan Budi Utomo belum membicarakan masalah itu dengan partai pengusung. Terlebih posisinya masih sebagai Pelaksana tugas (Plt) bupati. Itu artinya Budi masih sebagai wabup dan belum terjadi kekosongan jabatan. “Sembari menunggu proses pendefinitifan beliau dan sampai saatnya nanti beliau mengumpulkan partai pengusung, saya lebih tertarik membicarakan hal normatif daripada berbicara siapa yang pantas untuk dicalonkan, yang mengesankan ambisi seseorang terhadap kekuasaan di tengah situasi keuangan Lampura yangg buruk.” ujar Imam, melalui selulernya, Senin (3/8).

Menurut Imam, sejatinya pertanyaannya bukan dimulai dari “wabub milik siapa?”, tetapi “Untuk apa wabup dan apa tugasnya?”. Semangat itu didasari pengamatan bahwa sering tidak kompak dan tidak cocoknya antara bupati dan wakil bupati di berbagai tempat.
Ketidakcocokan pasti terjadi disaat tidak ada komitmen yang jelas dan penegasan Tugas Pokok dan pungsi (tupoksi) sejak awal.

Kesalahan dalam memandang jabatan wakil bupati merupakan tempat yang strategis untuk pencitraan dan tempat “cari modal” dalam persiapan pencalonan periode berikutnya menjadi faktor lainnya yg menjadikan bupati dan wakil saling sikut, kebut-kebutan seperti angkot kejar setoran.

Karena itu penting untuk dirumuskan kriteria atau mungkin kontrak politik dalam mengantisipasi itu semua. “Saya sedang merumuskan bebarapa poin yang akan disampaikan ke partai pengusung dan pak Budi selaku Bupati(sampai saatnya). Salah satu poin terpenting ekstrim adalah kesiapan bekerja sepenuh hati dan sekuat tenaga menbantu Bupati untuk membawa Lampura bangkit dari keterpurukan.

Bila perlu kita tambahkan poin perjanjian untuk tidak mrncalonkan diri pada pilkada mendatang. Ini penting karena situasi bahaya dan merugikan rakyat bila jabatan wakil bupati dijadikan tangga untuk pencalonan pada pilkada mendatang.” tegas Imam

Disampaikan Imam, poin itu pula yang memastikan wakil bupati terpilih tidak menyalahi kewenangan dan dapat berkonsentrasi dengan penyelesaian masalah kerakyatan. (ndo/her)

Artikel ini telah dibaca 229 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline