BLAMBANGANPAGAR – Sejumlah rencana pembangunan di Desa Buringkencana, Kecamatan Blambanganpagar, Kabupaten Lampung Utara terpaksa harus direvisi ulang. Hal ini akibat dari pengalokasian dana desa (DD) untuk penanganan Covid-19, mulai dari pencegahan hingga pada pengalokasian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa(BLTDD).
”Seperti pembagunan serlok sepanjang 600 meter persegi, untuk gedung gedung serba guna(GSG) terpaksa tunda pembangunannya, dan akan dilanjutkan tahun depan(2021, Red). Selain itu di bidang pembagunan infrastruktur lainnya akan disesuaikan,”ujar Kades Buringkencana, Edwar Syah Putra, di Kantor Desa Setempat, Rabu (5/8).
Diungkapkan Edwar –sapaan akrabnya, di Desa Buringkencana pihaknya mengalokasikan BLTDD untuk 71 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan rincian triwulan pertama sebesar Rp 600 Ribu, dan Triwulan kedua Rp 300 Ribu.”Total untuk alokasi BLTDD saja, kita mengalokasikan anggaran sebesar Rp 127,8 juta untuk triwulan pertama, dan Rp 63,9 juta untuk triwulan kedua. Jadi totalnya Rp 191,7 juta,”papar Edwar.
Edwar menjelaskan, untuk bantuan BLTDD, disalurkan secara non tunai dengan cara ditransfer melalui rekening BRI ke masing –masing KPM. Adanya alokasi anggaran DD untuk penanganan Covid -19 inilah, sambung Edwar, yang mendasari pihaknya menggelar musyawarah desa khusus(musdesus) perubahan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) 2020.
Tak hanya melaksanakan, musdesus untuk membahas APBDes perubahan 2020, imbuh Edwar, pihaknya juga menggelar musyawarah desa(musdes) dalam rangka merumuskan rencana kerja di tahun 2021.”Jadi berbagai masukan dari masyarakat kita tampung. Kita akan lihat yang menjadi skala prioritas dan sangat mendesak untuk dibangun, akan kita prioritaskan,”imbuhnya.
Sementara itu Camat Blambanganpagar, Usman, melalui Kasi Kesra Juanda, menghimbau kepada desa agar penerima BLTDD tidak tumpang tindih dengan penerima bansos program BPNT/SEMBAKO, PKH, BST Kemensos.”Kita tegaskan bantuan yang diterima masyarakat, tidak boleh tumpang tindih,”singkatnya.
Pantauan Radar Kotabumi, dalam pelaksanaan Musdes Buringkencana, banyak masyarakat yang mengusulkan pembangunan untuk tahun 2021. Warga meminta diprioritaskan pembangunan jalan onderlag, pembuatan badan jalan, siring pasang / drainase, pengadaan bibit jengkol ungulan, bibit sapi jenis lemosin. Sementara untuk bidang kesehatan, bidan desa mengusulkan, pengadaan sarana dan prasarana Poskesdes seperti makanan tambahan untuk ibu menyusui dan balita. Kemudian, obat-obatan, serta perlengkapan posyandu lainnya.
Kegiatan musdesus dan musdes itu dibuka langsung oleh Kades Buringkencana Edwar Syah Putra, yang juga ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia(APDESI) Kabupaten Lampung Utara. Serta, dihadiri pendamping desa, bidan desa, kepala dusun, RT, BPD, LPM, dan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda desa setempat. (cw-dre/rid)






