KOTABUMI — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(Bappeda) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) kembali menggelar rapat tentang pengkajian Kopi dan Lada.
Dari hasil Kajian bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) tersebut muncul enam Zona. Plt.Kepala Bappeda Lampura Syahrizal Adhar didampingi Kabid Ekonomi Yusrin menjelaskan, dalam pembahasan kali ini masing-masing SKPD memiliki peran serta mengenai persiapan cluster (pengelompokan) Kopi dan Lada sesuai dengan tupoksinya.
Dimana dalam kajian yang pertama menghasilkan perencanaan pembangunan kopi dan lada. Kemudian hasil kajian pertama memunculkan pembangunan yang terbagi menjadi enam Zona, mulai dari Zona Pertanian, Zona Perniagaan, Eksternal, Seni Budaya dan Pariwisata, Riset dan Transfer Tekhnologi dan Zona Pemerintah dan Koordinasi.
Melalui Focus Grop Discussion (FGD) Pemkab Lampura bakal menjadikan tanam Kopi dan Lada sebagai Identitas Daerah.”Pemkab Lampura hadir dan berkeinginan bisa mempertahankan kopi lada agar tidak hilang. Lalu mengembalikan kopi lada ini sebagai Identitas(ciri khas) Lampung Utara, dan Insyaallah bagus. Kemudian didalam perencanaan kita juga perhatikan mengenai harga yang juga akan kita lakukan,”tuturnya, Kamis(6/8).
Dirinya berharap sebagai wujud jangka panjang kopi dan lada ini, benar-benar menjadi baik dimata masyarakat dan dapat bertahan dengan tanaman tersebut.
Dengan kesadaran itu, tanaman kopi lada akan menjadi baik dan didorong dengan upaya Pemerintah untuk menstabilkan perekonomian warga melalui Kopi dan Lada.”Dengan stabilnya harga diharapkan para Petani tidak akan pindah ke tanaman lainnya,”harapnya.
Ditambahkan Kasubid Pertanian Bappeda Lampura Nur Azizah, perencanaan Pemerintah dalam mengembangkan tanaman Kopi dan Lada ini merupakan langkah serius, karena selain dari aspek pengembangan tanaman akan dibangun juga museum Kopi dan Lada. Sehingga Kabupaten Lampura memiliki tempat khusus perkembangannya.
Kemudian kawasan kopi lada juga dapat dikembangkan menjadi objek pariwisata dan untuk lokasi sudah direncanakan,”jelasnya.
Setelah pembahasan Zona Pemerintah dan Koordinasi lanjut Azizah, pihaknya masih menunggu kajian dari masing-masing SKPD.”Intinya kita harapankan konsep kopi dan lada ini menjadi identitas Lampura.
Kalau yang sudah dalam pembahasan direncanakan kawasan kopi lada ada di Desa Pekurun Udik dan masih ada daerah lainnya,”ucap dia.
Diketahui, kegiatan kali ini merupakan giat swakelola murni tipe satu dengan pengertian ini merupakan giat Pemerintah dengan melibatkan banyak pihak.
Mulai dari menggunakan master trainer kopi indonesia dari mitra Scopi Platform, peneliti bidang kebakaran teknik interdisiplin badan penelitian dan pengembangan daerah Provinsi Lampung dan masih pihak-pihak lainnya. (ria/fer/her)

Kopi dan Lada Kembali Dikaji 




