Wabup Harus Bersinergi Dengan Bupati

65

KOTABUMI — Wakil bupati (Wabup) Lampung Utara, harus yang memiliki niatan tulus membangun Kabupaten tertua di provinsi Lampung ini. Kemudian dapat bersinergi dengan bupati, sehingga dapat saling mengisi satu sama lain. Bukan hanya dijadikan ban serep semata. Dimana lebih banyak tugasnya hanya bersifat seremonial semata. “Orang mumpuni yang memenuhi kreteria untuk jabatan wabup Lampura, banyak. Tetapi yang kita perlukan adalah sosok yang memiliki niatan tulus ingin membangun Lampura,” ujar Hasnizal, salah seorang tokoh masyarakat di Lampura, Kamis (13/8).

Hasnizal yang mantan anggota DPRD Lampura itu menuturkan, selain itu yang lebih penting adalah bagaimana wabup dapat bersinergi dengan bupati. Karena dibanyak daerah, termasuk di Lampura, antara bupati dan wakilnya, hanya harmonis sementara. Kalaupun terlihat harmonis, itu hanya tampak permukaan saja. Padahal sejatinya keduanya saling bertolak belakang. Akibatnya, wabup tidak dilibatkan dalam sejumlah keputusan strategis. Apalagi memang kewenangan wabup yang diberikan undang-undang sangat terbatas. “Banyak pasangan yang pecah kongsi, karenanya yang terpenting menurut saya, siapapun wabupnya harus yang benar-benar bersinergi dengan bupatinya.” terang Hasnizal.

Hasnizal menceritakan dirinya sempat menjadi ketua pansus pemilihan wakil bupati Lampura. Kala itu Paryadi yang menjadi pasangan Agung Ilmu Mangkunegara, meninggal dunia. Karenanya usai pelantikan Agung Ilmu sebagai bupati, proses pengisian jabatan wakil bupati dilangsungkan. Dimana kemudian Sri Widodo yang ditetapkan sebagai wabup Lampura. Waktu itu, pasangan ini tampak sangat harmonis. Namun belakangan apa yang terjadi. Keduanya saling ‘beradu punggung’. “Hal seperti ini yang tidak kita inginkan. Saya berharap, partai pengusung memperhatikan hal semacam ini. Jangan sampai mengusulkan pasangan yang bisa dibilang ‘kawin paksa’. Ini akan mempengaruhi perjalanan pemerintahan kedepan,” tambahnya.

Menurut Hasnizal, masih terlalu dini untuk membicarakan siapa sosok yang pantas mendampingi Budi Utomo. Karena sampai saat ini Budi Utomo belum menjadi bupati definitif. “belum elok bicarakan sosok, namun saya berharap sosok yang nantinya ditetapkan bukan hanya berkemampuan, tetapi dapat bersinergi dengan pak Budi selaku bupati,” pungkasnya. (ndo/fer/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here