Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 23 Agu 2020 20:47 WIB ·

Pasien Positif Covid-19 Lampura Terus Bertambah Dalam Seminggu Terjadi Penambahan 9 Kasus Positif


 <span class=Pasien Positif Covid-19 Lampura Terus Bertambah Dalam Seminggu Terjadi Penambahan 9 Kasus Positif"> Perbesar

KOTABUMI — Pasien terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), dikabupaten Lampung Utara (Lampura), terus bertambah. Dalam seminggu terakhir, tercatat sebanyak 9 kasus positif. Pada Minggu (16/8), Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampura merilis, sebanyak lima kasus positif Covid-19. Hanya berselang lima hari, pada Jum’at (21/8), pasien positif covid-19 Lampura kembali bertambah satu orang. Warga yang terkonfirmasi positif ini berjenis kelamin laki-laki (24) dan tercatat sebagai warga Kecamatan Abung Selatan. Kekinian, terjadi penambahan kasus pasien positif Covid-19 sebanyak tiga orang. Mereka merupakan satu keluarga yang berdomisili di Kecamatan Tanjungraja, Lampura.

Dijelaskan Sanny, ‎Ketiga orang ini merupakan satu keluarga, yang terdiri dari ayah inisial O (56), istri inisial RD (49) dan anak inisial DS (16). “Ketiga warga dimaksud terkonfirmasi Positif Covid-19. Saat ini sedang dalam perjalanan menuju Islamic Center Kotabumi, untuk menjalani Karantina” ujarnya, Minggu (23/8) sekira pukul 02.15 WIB.

Menurut Sanny, ketiga pasien mendapatkan hasil tes Swab positif Covid-19, diduga karena telah melakukan kontak atau interaksi langsung dengan Jaksa Fredrik Adhar Syarifuddin di Jakarta. Diketahui Jaksa Fredrik meninggal dunia terindikasi positif Covid-19.

Pada Jum’at 7 Agustus 2020 sekira pukul 17.00 WIB, Jaksa Fedrik yang bekerja di Jakarta bersama rombongan sebanyak 7 orang, berkunjung kerumah pasien berinisial O di Kecamatan Tanjungraja, dalam rangka silaturahmi. Setelah sebelumnya berlibur dikampung halamannya di Baturaja, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel). Kemudian pada hari itu juga sekira pukul 22.00 WIB, Jaksa Fedrik Adehar bersama rombongan pamit untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.

Pada 17 Agustus 2020, pasien O memperoleh informasi bahwa Jaksa Fedrik r meninggal dunia, sehingga yang bersangkutan bermaksud akan melayat kerumah duka di Baturaja. Namun dalam perjalanan pasien O mendapat informasi bahwa Fedrik Adhar meninggal dunia yang disebabkan positif Covid-19, sehingga pasien O mengurungkan niatnya untuk pergi melayat dan kembali pulang kerumahnya.

Kemudian pada Kamis 20 Agustus 2020 Tim Gugus Covid-19 Kecamatan Tanjungraja, melakukan Tes Swab terhadap ketiga pasien, dan pada Minggu 23 Agustus 2020 diperoleh hasil bahwa ketiga pasien yang melakukan tes Swab dinyatakan terindikasi Positif Covid-19.

Dengan penambahan ini maka total warga Lampung Utara yang terpapar Covid-19 berjumlah 25 orang. Rinciannya, 14 orang sembuh, 1 meninggal dunia, dan 10 sedang menjalani isolasi baik mandiri maupun di lokasi karantina.

Dengan terus bertambahnya pasien postif Covid-19, Sanny menghimbau agar warga senantiasa menggunakan protokoler kesehatan. Yakni memakai masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan. “Kiranya warga dapat mematuhi protokoler kesehatan, dan berprilaku hidup sehat,” pungkas Sanny

Sanny Lumi mengatakan, dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 kesadaran Masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari harus ditingkatkan.
Untuk itu peran serta tim Gugus Kecamatan dan Desa/Kelurahan harus ditingkatkan.”Saya harap Kesadaran Masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan itu dapat disadari. Dengan begitu penyebaran Covid-19 bisa kita putus,”ujar Sanny Lumy saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya.

Dirinya juga berpesan kepada keluarga pasien terkonfirmasi positif untuk tidak berpergian ke manapun sebelum hasil Swab dan pemeriksaan lebih lanjut terkait Covid-19 keluar. “Nggak boleh pergi atau berkeliaran ke mana-mana keluarganya. Kalau hasilnya dinyatakan Negatif baru boleh menjalankan aktivitas seperti biasanya. Saya harap tim gugus di Kecamatan hingga ke tingkat bawah bisa sigap,”harapnya.

Meski tidak diperbolehkan berpergian ke mana-mana tambah Sanny, bukan berarti Masyarakat sekitar harus mengucilkan dan menjauhi korban dan keluarganya. “Jangan di jauhi apalagi di kucilkan. Mari bersama kita berikan dukungan, sehingga pasien merasa semangat dan keluarganya juga bisa tenang,”himbaunya.

Sementara itu, hasil uji swab terhadap 30 warga yang dilakukan di Islamic Center, Kotabumi, keseluruhannya dinyatakan negatif. Uji Swab terhadap warga dimaksud, merupakan hasil tracing dari pasien yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. (fer/ria/her)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline