KOTABUMI — Dua Warga Kecamatan Kotabumi Lampung Utara (Lampura), Rabu (2/9) meninggal dunia. Keduanya terindikasi terpapar Covid-19. Karenanya, prosesi pemakaman dilaksanakan dengan menggunakan prosedur tetap (protap) Covid-19.
Sekitar pukul 13.30 WIB, warga khususnya di seputar Pasar Ganefo, Kotabumi, gempar. Ambulan bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tiba disana. Lalu, dua orang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), menuju Toko Lady sambil membawa kantung jenazah. Didalam toko, sosok wanita tua berusia 64 tahun terbujur kaku. Wanita itu kemudian diketahui berinisial Y, warga keturunan yang merupakan pemilik Toko Lady. Seorang pria yang mengaku kerabat Y, menyatakan jika Y meninggal lantaran penyakit stroke yang dideritanya. Namun tim Gugus Tugas memberikan pengertian, bahwa saat ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Karenanya jenazah Y harus dibawa ke RSU Ryacudu, untuk diperiksa dan dipastikan penyebab kematiannya. Lantas jenazah Y dimasukan kantung dan dibawa menuju RSU Ryacudu Kotabumi.
Belum juga reda kabar tentang kematian Y, publik kembali dikejutkan dengan informasi meninggalnya seorang wanita berusia sekitar 70 tahun berinisial N. Warga Kelurahan Kotabumi Udik itu, merupakan pasien yang dirawat di RS Handayani dengan gejala mirip covid-19. Hasil Rapid test yang bersangkutan juga reaktif. Namun hasil swab belum diterima tim Gugus Tugas. Lantaran itu, prosesi pemakaman yang dilakukan pukul 19.00 WIB, dengan menggunakan protap Covid-19.
Kepala Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Lampura, Sanny Lumy menjelaskan, untuk wanita berinisial Y berawal dari laporan yang masuk pada Tim Gugus Tugas. Bahwa ada wanita yang meninggal, namun tidak diurus keluarganya. Terhadap informasi itu, Tim bergerak kelokasi untuk memastikannya. Ternyata benar ada wanita yang meninggal dunia. Sementara saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Tentu tim tidak ingin berandai-andai. Karenanya dilakukan evakuasi dengan menggunakan protap Covid-19.
“Jenazah kita bawa ke RSU Ryacudu untuk dilakukan pemeriksaan tentang kematian yang bersangkutan. Apakah lantaran covid-19 atau sakitnya yang lain. Tentu kita pergunakan protap Covid-19 untuk melakukan evakuasi jenazah tersebut,” terang Sanny.
Sementara untuk wanita warga Kotabumi Udik, berinisial N, lanjut Sanny, sekitar pukul 16.00 WIB, tim medis RS Handayani menghubungi tim Gugus Tugas. Disebutkan seorang pasien suspeck (terduga) covid-19 meninggal dunia. Sebelumnya telah dilakukan Rapid test dengan hasil reaktif. Lalu kepada yang bersangkutan dilakukan test swab. Hanya saja sebelum hasil tes swab keluar, yang bersangkutan telah meninggal dunia. “Untuk proses pemakaman dilakukan dengan menggunakan protap Covid-19. Ini saya masih berada dilokasi pemakaman,” jelas Sanny, via ponselnya pukul 18.58 WIB. (fer/her)

Dua Warga Dimakamkan Dengan Protap Covid-19 




