KOTABUMI–Dalam sepekan terakhir, terjadi lonjakan penambahan pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Tercatat sebanyak 10 pasien dinyatakan positif Covid-19. Itu lantaran Minggu (6/9), terjadi penambahan 6 kasus positif Covid-19. Keenam warga tersebut merupakan warga Kecamatan Abung Barat. Tiga diantaranya merupakan anak-anak dan balita. Ketiganya berjenis kelamin laki-laki dengan usia 3 tahun, 4 tahun dan 8 tahun. Sementara tiga lainnya perempuan berusia 55 tahun dan 35 tahun dan laki-laki 36 tahun. “Mereka merupakan hasil tracing yang kontak erat dengan pasien positif sebelumnya yang datang dari Jakarta kembali kerumah orang tuanya di Kecamatan Abung Barat pada 4 Agustus lalu karena hendak melahirkan.” terang Sanny Lumi, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Lampura, sekira puku; 19.00 WIB, Minggu (6/9).
Menurut Sanny, lantaran wanita tersebut dinyatakan positif Gugus tugas melakukan tracing dan melakukan tes Swab pada tanggal 3
dan 4 September lalu. Pada tanggal 5 September, hasil Swab disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dan enam orang dinyatakan positif Covid-19. Termasuk juga hasil swab atas pasien N berusia 70 tahun Warga Kotabumi Udik yang meninggal dunia pada 2 September lalu pukul 14.30 yang dimakamkan dengan prosedur tetap Covid-19. “Hasil Swab atas almarhumah N positif. Beliau memiliki penyakit penyerta Hipertensi,” terangnya.
Sementara sebelumnya, seorang bayi laki-laki yang dilahirkan saat sang ibu tengah menjalani perawatan lantaran terpapar Covid-19, juga dinyatakan positif Covid-19. “bayi tersebut tertular Covid-19 dari ibunya. Dimana sang ibu, yang dinyatakan positif dirawat di RS Abdoel Moelok Bandarlampung sejak Minggu 30 Agustus lalu. Kemudian pada Kamis (3/9), bayi itu lahir dan langsung dilakukan tes swab. Hasilnya, bayi tersebut dinyatakan positif terpapar.” terangnya.
Masih kata Sanny, sebelum dinyatakan positif, ibu bayi itu diketahui baru pulang dari Jakarta. Dan yang bersangkutan kemudian tinggal dikediaman orang tuanya di Kecamatan Abung Barat. Tidak lama setelahnya, ia dinyatakan positif terpapar Covid-19 dan terpaksa menjalani isolasi dalam keadaan hamil tua.
Menurut Sanny, dengan terus bertambahnya kasus baru, dihimbau kepada masyarakat untuk mematuhi dan menjalani protokol kesehatan. Ini penting dilakukan agar terhindar dari resiko penularan Covid-19. Apalagi, banyak warga pendatang yang berasal dari wilayah zona merah. Untuk memutus mata rantai penularan, para pendatang hendaknya dapat melaporkan pada aparat desa dan tim Gugus Tugas. Kemudian dapat melakukan isolasi secara mandiri. “Kami berharap warga pendatang dapat melaporkan pada aparat desa setempat dan melakukan isolasi mandiri. Kepada masyarakat juga harus senantiasa menerapkan protolol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan sesering mungkin mencuci tangan,” imbaunya (fer/her)






