KOTABUMI–Dugaan Pengemplangan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di PLN Unit Layanan Pelanggan (UPL) Bumi Abung, Lampung Utara (Lampura), menjadi perhatian serius DPRD setempat. Dipastikan, lembaga tersebut akan mengusut tuntas soal itu. Namun pembahasan tentang dugaan pengemplangan PPJ lintas komisi yang dilakukan, terpaksa ditunda. Lantaran situasi pandemi Covid-19 yang terjadi di Lampura. Dimana jumlah pasien Covid-19 yang terus meningkat.
Ketua Komisi III DPRD Lampura Joni Bedyal, menegaskan pembahasan tentang dugaan pengemplangan PPJ masih berlanjut, tatapi saat ini masih dilakukan penundaan karena situasinya tidak mendukung. Lantaran belakangan jumlah warga yang terpapar Covid-19 menunjukkan tren peningkatan. Pembahasan mengenai PPJ akan kembali dilakukan setelah angka pasien Covid-19 menurun. Pihak terkait seperti PLN dan lainnya akan kembali mereka panggil. “Kami akan tetap mengusut persoalan ini karena jika ini benar maka hal ini sangat merugikan masyarakat,” jelasnya, Kamis (17/9)
Diberitakan sebelumnya, rapat gabungan Komisi II dan III bersama pihak PLN dan lainnya pada Kamis siang (10/9) terpaksa ditunda. Penundaan dikarenakan pihak PLN tidak dapat memberikan data seperti yang diinginkan oleh pihak legislatif. Selain itu, data yang disampaikan oleh perwakilan PLN dalam Rapat Dengar Pendapat itu ternyata berbeda jauh dengan data yang disampaikan oleh manajer ULP Bumi Abung sebelumnya.
Berdasarkan keterangan dari perwakilan PLN, Ilyas, jumlah pelanggan listrik Lampung Utara berjumlah 91.867 pelanggan. Ke-91.867 pelanggan ini terdiri dari 87.825 pelanggan rumah tangga, 2.075 pelanggan sosial (rumah ibadah), 1.858 pelanggan bisnis, 37 pelanggan industri, 71 pelanggan listrik dari pemerintah, 1 pelanggan listrik tarif premium.
Data yang disampaikan ini jelas berbeda jauh dengan data yang disampaikan oleh Manajer PLN ULP Bumi Abung, Benni Adenata pada Rabu (2/9/). Kala itu, ia menyebutkan berdasarkan data terakhir mereka bahwa total pelanggan listrik khusus Lampung Utara berjumlah 140 ribu. Artinya terdapat selisih sekitar 50.000 ribu pelanggan jika data keduanya dibandingkan satu sama lain. (ndo/her)






