KOTABUMI– Menjelang peringatan milad (ulang tahun) Bank Syariah Mandiri(BSM) yang akan diperingati pada 1 November 2020 mendatang, Mandiri Syariah KCP Kotabumi – Lampung, menggelar program BSM Mengalirkan Berkah(BMB). Bantuan berupa dana beasiswa untuk yatim piatu dan dhuafa, serta bantuan alat kesehatan dan sanitasi untuk masjid sebesar Rp10 juta kepada Masjid Al Hidayaat.
Penyerahan bantuan disampaikan oleh Branch Manager Mandiri Syariah KCP Kotabumi-Lampung, Rosi Dahlia kepada Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al-Hidayaat di arena peringatan Hari Santri Nasional, Kamis(22/10) yang terpusat di Desa Subik Kecamatan Abung Tengah.
Branch Manager Rosi Dahlia mengatakan BMB merupakan program sinergi Mandiri Syariah dan Laznas Bank Syariah Mandiri(BSM) Umat untuk masyarakat termasuk mereka yang terdampak Covid – 19. Dengan total nilai bantuan sebesar Rp 9,7 Miliar untuk seluruh Indonesia. BMB menyasar empat concern utama yakni ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan dan bantuan modal usaha untuk masyarakat.
”Untuk ketahanan pangan kami berikan dalam bentuk bantuan/santunan sembako senilai Rp165.000/paket, bantuan pendidikan kami eksekusi melalui program orang tua asuh atau beasiswa bagi pelajar yatim dan dhuafa sebesar Rp 300 Ribu/siswa/bulan, bantuan kesehatan kami berikan dalam bentuk bantuan alat sanitasi(sarana cuci tangan, masker, handsanitizer, desinfektan, thermometer tembak, dan alat kesehatan lainnya). Sedangkan untuk bantuan modal usaha kecil (ultra micro) diberikan kepada masyarakat terdampak covid misal pedagang, tukang ojek, dan lain sebagainya, dengan maksimal nilai bantuan Rp 500 Ribu per satu usaha,” jelas Rosi.
BMB juga merupakan implementasi program Corporate Social Responsibility(CSR) Mandiri Syariah yang ditujukan bagi kemaslahatan umat, dan lingkungan dengan memfungsikan masjid sebagai distribution channel dan basis pelaksanaan program.
Dalam program yang dilaksanakan selama Oktober dan Nopember 2020 di Region dan Area Mandiri Syariah seluruh Indonesia ini, Mandiri Syariah turut melibatkan seluruh stakeholders, termasuk nasabah dan pegawai untuk memberikan nilai tambah kepada umat dan lingkungan.”Dalam menjalankan operasional Bank, kami tidak hanya berorientasi pada profit(keuntungan), namun juga people(masyarakat dan umat), dan planet (lingkungan),” kata Rosi.
Pandemi Covid-19 ini, lanjut Rosi, merupakan ujian bagi semua dan mendorong masyarakat untuk saling peduli kepada sesama khususnya mereka yang secara ekonomi juga terdampak.” Karena itu kami berterima kasih kepada nasabah dan pegawai yang bahu membahu berdonasi dan berkontribusi dalam program BMB ini,”tambahnya.
Secara teknis, imbuh wanita berhijab ini, Mandiri Syariah akan menilai aspek apa yang menjadi kebutuhan prioritas masjid sesuai persetujuan pihak masjid dan kemudian masjid akan memberikan rekomendasi penerima sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Berupaya menjadi sahabat finansial, spiritual dan sosial bagi nasabah serta menempatkan customer centric sebagai prioritas, Mandiri Syariah fokus pada produk retail dan konsisten melakukan inovasi dalam layanan digital. Layanan digital diimplementasikan dalam aplikasi Mandiri Syariah Mobile, Net Banking maupun layanan digital branch. Diantaranya fitur buka rekening online, tarik tunai tanpa kartu ATM, layanan interaktif virtual yang dapat diakses selama 24 jam (Aisyah) dimana ketiga fitur tersebut baru dimiliki oleh Mandiri Syariah. Ataupun fitur layanan khas syariah lainnya seperti info waktu sholat, lokasi masjid terdekat, ziswaf, dll.
Menurut Rosi, hingga September 2020, kinerja Mandiri Syariah tumbuh dengan baik, resilient, dan solid dengan kualitas yang terjaga. Mandiri Syariah berhasil meraih pencapaian tertinggi dengan menghimpun laba tembus ke angka Rp1,07 triliun (unaudited). Dan meningkatkan pembiayaan hingga 7,39 persen yoy menjadi Rp79,27 triliun dengan kualitas terjaga baik. Peningkatan laba bersih dan pembiayaan Mandiri Syariah ditopang dengan adanya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 17,28 persen yoy menjadi Rp106,12 triliun.”Sehingga aset Mandiri Syariah mencapai Rp119,43 triliun, tumbuh 16,19 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,”pungkasnya.(rls/rid)






