Oleh : Hery Maulana
Assalamualaikum Wr.Wb
Tragis, tubuh pemuda bersimbah darah, tergeletak dikebun sawit, di jalan KS Tubun tidak jauh dari kompleks Islamic Center, kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Sekitar 2 Km dari pusat kota Kotabumi. Warga sempat mengira, pemuda itu sudah tidak bernyawa. Lantaran diam tak bergerak. Setelah diamati dengan seksama, terlihat napas turun naik bertanda sosok tersebut masih hidup.
Mengamati Tempat Kejadian Perkara (TKP), besar kemungkinan korban dianiaya sebelum kemudian ditinggal pergi oleh pelakunya. Dugaan itu dikuatkan oleh pengakuan korban. Meski belum dapat menjelaskan secara terperinci, lantaran kondisinya yang masih lemah, dapat ditangkap bahwa dirinya merupakan korban pembegalan. Pelaku merampas motor RX King yang dikendarainya. Belum jelas, apakah pembegalan dilakukan di jalan KS Tubun, atau ditempat lain. Korban dianiaya dan tubuhnya dibuang disana.
Apapun modus dan latar belakang kejadian, tentu ini menjadi keprihatinan bersama. Bahwa aksi kejahatan, berada disekitar kita. Kewaspadaan menjadi hal yang utama yang harus dilakukan. Diantaranya untuk tidak bepergian apalagi sendirian dimalam hari. Terutama jika melintasi daerah-daerah sepi dan jauh dari pemukiman penduduk.
Disisi lain, kejadian ini harus menjadi catatan khusus Polres Lampung Utara. Bahwa di wilayah hukumnya, aksi pembegalan masih terus berlangsung. Harus ada strategi jitu untuk mengantisipasi terulangnya kasus serupa. Misalnya dengan meningkatkan patroli dengan mengerahkan personil yang lebih besar lagi. Selanjutnya membangun pos-pos keamanan ditempat-tempat yang dianggap rawan. Selain bersama pemerintah setempat, mengaktifkan kembali Sistem keamanan keliling (Siskamling) sampai ketingat Rukun Tetangga (RT).
Ini penting, agar masyarakat Lampura merasa ada jaminan keamanan yang sejatinya menjadi hak mereka. Tidak merasa khawatir dalam menjalankan aktivitasnya (**)
Wassalam






