KOTABUMI–Setelah melakukan berbagai upaya dalam penanganan Stunting bersama 15 Organisasi Perangkat Daerah(OPD) yang ada, Kabupaten Lampung Utara(Lampura) beberapa waktu lalu mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Lampung yang dinyatakan sebagai Kabupaten Dengan Peringkat Kinerja Terbaik III.
Penghargaan diraih atas kinerja Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan aksi Konvergensi Penurunan Stunting Provinsi Lampung tahun 2020 pada aksi 1 dan 4.”Alhmdulillah setelah bekerja keras bersama OPD-OPD yang ada kita mendapat penghargaan menjadi terbaik ke 3 se Provinsi Lampung. Tentunya ini akan menjadi cambuk untuk kita di tahun 2021 dalam aksi 5 dan 8,”jelas Kabid Sosial dan Budaya Bappeda Lampura Dicky Fahlevi Suudi, S.Sos., M.M., Senin (9/11).
Dicky yang didampingi Kasubid Pendidikan Sofwatur Rokhmah menerangkan, di tahun 2020 untuk lokasi khusus(Lokus) Desa Stunting ada 10 Desa/Kelurahan yakni Bukit Kemuning, Tulung Balak, Ogan Lima, Aji Kagungan, Ratu Abung, Kemalo Abung, Semuli Raya, Penahan Ratu, Ogan Jaya dan Batu Nangkop.
Sementara untuk tahun 2021 daftar Lokus di Lampura ada di 21 Desa, mulai dari Desa Suka Menanti, Tanjung Raja, Sri Menanti, Sido Mulyo, Mekar Jaya.
Kemudian Gunung Sadar, Subik, Gunung Besar, Kali Cinta, Margorejo, Bandar Putih, Mulang Maya, Tanjung Harapan.
Lalu Gilih Suka Negeri, Cabang Empat, Trimodadi, Suka Maju, Bandar Abung, Bumi Ratu, Gedung Ketapang dan Padang Ratu.”Di Provinsi Lampung ada enam Kabupaten yang menjadi Lokus salah satunya Lampura. Dan belum semua Kabupaten menjadi Lokus,”terangnya.
Dalam penilaian segi Juara tambahnya, bukan hanya karena terjadi penurunan Stunting saja di Lampura, namun yang utamanya lebih pada Kinerja Kabupaten dalam aksi penurunannya.
Mulai dari kegiatan Inovasi Desa, Dinas yang utamanya menangani Stunting dan OPD-OPD lainnya untuk menurunkan Stunting.
Seperti halnya di Dinas Kesehatan, ada kegiatan sosialisasi Asi Ekslusif jadi setiap Ibu yang menyusui harus memberikan ASI kepada anaknya selama enam bulan.
Kemudian pemberian pemahamn tentang Stunting melalui Posyandu dan Puskesdes.
Lalu ada inofasi lain seperti di Dinas Ketahanan Pangan, yakni adanya pembinaan terhadap wanita produktif guna peningkatan gizi di Masyarakat.”Di aksi 5 itu ada Kader Pembangunan Manusia, Aksi 6 sistem Manajemen Data, aksi 7 pengukuran dan publikasi data Stunting dan aksi 8 Riview kinerja tahunan.
Sementara untuk aksi 1 yakni analisis program, aksi 2 penyusunan rencana kegiatan, aksi 3 rembuk Stunting dan aksi 4 Perbup tentang peran Desa,”pungkasnya.(ria/her)






