KOTABUMI–Dilantiknya Budi Utomo sebagai bupati Lampung Utara (Lampura) 3 November lalu, membuat kursi jabatan wakil bupati menjadi lowong. Tentu saja kursi itu harus diisi, melalui proses sesuai dengan mekanisme yang ada. Diantaranya proses pemilihan dan penetapan yang dilakukan oleh DPRD setempat. Karenanya, DPRD Lampura mengalokasikan anggaran pemilihan wakil bupati itu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. Tidak tanggung-tanggung, untuk pemilihan wakil bupati dimaksud dianggarkan sebesar Rp.5,5 miliar.
Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Lampura, M.Solahuddin menuturkan jika anggaran sebesar itu telah dimasukan dalam APBD 2021 mendatang. “Anggaran untuk pemilihan wakil bupati mendatang telah disiapkan untuk tahun depan, yang besarannya mencapai Rp.5,5 miliar. Untuk detai penggunaan anggaran itu saya tidak tahu, tetapi yang jelas anggaran itu untuk tahapan awal hingga tahapan akhir pemilihan wakil bupati,” jelas Salahuddin, Rabu (25/11).
Menurut Solahuddin, anggaran itu akan dipergunakan untuk seluruh tahapan yang harus dilalui dalam pemilihan wakil bupati termasuk paripurna penetapan wakil bupati terpilih. Perkiraannya mungkin tahapan itu dimulai sejak awal tahun.
Sementara itu, sejauh ini Partai Pengusung pasangan Agung-Budi pada Pilkada lalu, yakni Nasdem, PAN, PKS dan Gerindra yang sudah menyampikan sosok kandidat pada publik. Pembicaraan seputar sosok wabup belum secara resmi disampaikan. Ketua DPD PKS, Agung Utomo yang dihubungi, mengaku memiliki kandidat yang akan diusulkan untuk jabatan itu. Namun masih menunggu restu dari DPP PKS. Soal siapa kandidat dimaksud, Agung belum mau mengatakannya. Begitu juga disampaikan oleh ketua DPD PAN Darwin Hifni. Sedangkan ketua DPD Partai Nasdem, Imam Suhada dan ketua DPD Partai Gerindra masih enggan bersuara.
Dilain pihak, Bupati Budi Utomo ‘mewajibkan’ calon pendampingnya di masa mendatang memiliki kesamaan visi dan misi dengannya. Kesamaan visi dan misi merupakan kriteria utama supaya roda pemerintahan dapat terus stabil.
“Kalau semangatnya sebagai putra daerah untuk membangun Lampung Utara bukan semata-mata untuk kepentingan politik, dengan siapa pun saya siap bergandengan,” kata Budi Utomo, belum lama ini
Menurutnya, tahap awal untuk mencari pendamping dalam memimpin Lampung Utara yaitu menetapkan kriterianya terlebih dahulu. Di mana, jika tidak ada niatan lain di balik keinginan menjadi orang nomor dua di kabupaten setempat, maka sosok tersebut akan menjadi pertimbangan. (ndo/her)






