KOTABUMI —Ramadani Wijaya (4) mengalami luka bakar 50% dibagian perut hingga kekaki bagian paham akibat bermain korek api dirumah karena keterbatasan ekonomi.
Ramadani Wijaya anak dari pasangan Siswanto (40) dan Supartini (33) merupakan warga jalan kelinci tanah miring Kelurahan Kota alam Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara (Lampura) yang berkerja sebagai pedagang es degan, dan sang istri hanya berkerja sebagai ibu rumah tangga. keterbatasan ekonomi yang membuat Siswanto terpaksa harus merawat dirumah dengan mengandalkan obat seadanya.
Kejadian yang di alami anaknya itu berlangsung pada Selasa (8/12) sekira pukul 09.00 WIB ketika sedang memainkan korek api. “Tiba-tiba api menyambar celana sehingga menyebabkan kulit dari bagian perut kebawah sampai kepaha mengalami luka bakar yang cukup parah” Kata Siswanto, Kamis (9/12).
Waktu itu Siswanto langsung membawa anaknya kerumah sakit. Namun karena tidak terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, akhirnya sang anak dibawa kembali kerumah.
Menurut dia, Dirinya sudah berupaya untuk mendaptarkan anaknya membuat BPJS Gratis dari pemerintah, namun BPJS masih dalam proses dan bisa digunakan minimal 1 bulan dulu. Sedangkan anaknya harus mendapatkan pengobatan yang cepat mengingat kondisi luka yang cukup parah dialaminya.
Ia berharap kepada Pemerintah Daerah agar bisa membantu anaknya yang sedang mengalami luka bakar yang cukup serius. Sebab, untuk biaya berobat sangatlah tinggi karena tidak memiliki BPJS. (fer/her)






