Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 10 Des 2020 20:50 WIB ·

Sosok Wabup Lampura Dimata Tokoh Masyarakat


 caption foto : Tokoh masyarakat Kecamatan Tanjungraja Lampura‎, Ismet Al-Fasha
Perbesar

caption foto : Tokoh masyarakat Kecamatan Tanjungraja Lampura‎, Ismet Al-Fasha

KOTABUMI–Kursi wakil bupati Lampung Utara (Lampura) belakangan menjadi seksi dibicarakan. Baik menyangkut kreteria maupun kemungkinan ‘bercerai’nya pasangan bupati dan wakil bupati ditengah jalan. Terlebih Lampura mempunyai ‘sejarah’ kelam mengenai hubungan mantan bupati dan wakilnya. Semasa kepemimpinan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara dan Wakil Bupati Sri Widodo, keduanya kerap terdengar tidak akur. Bahkan, keretakan keduanya mencapai puncaknya saat Sri Widodo ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara.

Waktu itu Sri Widodo menggantikan sementara peranan Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) sebagai pimpinan daerah yang sedang cuti kampanye tahun 2018. Kala menjabat sebagai Plt Bupati, Sri Widodo melengserkan semua pejabat yang dikenal dekat dengan AIM. Kebijakan ini jugalah yang membuat Sri Widodo dicopot statusnya sebagai Plt Bupati sehari lebih cepat dari jadwal.

Pengalaman buruk yang pernah dialami Lampung Utara itu jugalah yang membuat tokoh masyarakat Kecamatan Tanjungraja, Lampung Utara‎, Ismet Al-Fasha tertarik untuk memberikan sedikit wejangan kepada Bupati Budi Utomo dalam ‘memilih’‎ calon pendampingnya.

Menurut Ismet, pengalaman buruk yang pernah dialami itu semestinya tidak perlu terjadi jika saja dalam penetapan calon pendampingnya didasari sejumlah pertimbangan matang. Diantaranya adalah apakah calon pendamping itu merupakan sosok yang benar–benar diinginkan oleh sebagian besar masyarakat. Kemudian calon pendamping itu dapat memahami tugas pokok dan fungsinya dengan baik .

Ketidakakuran antara kepala daerah dan wakilnya bukan hanya mengganggu roda pemerintahan, tapi juga memberikan contoh buruk kepada masyarakat.‎ Ketidakstabilan pemerintahan akan terus terjadi sepanjang konflik itu tidak mereda. “Ini harus menjadi perhatian serius untuk memilih sosok wakil bupati Lampura kedepan,” ujarnya, Kamis (10/12).

Dikatakan Ismet, jika itu tidak terpenuhi lebih baik Budi Utomo tidak usah punya wakil. “Buat apa punya wakil kalau nanti enggak akur,” pungkasnya (ndo/her).

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline