KOTABUMI–LSM Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampung Utara (Lampura), apresiasi kinerja Panitia Seleksi Terbuka (Panselter) yang tidak meloloskan peserta yang sempat bersinggungan dengan hukum. Apalagi pernah menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi. Seperti Iwan Kurniawan S Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Lampung Utara.
Iwan diketahui mengikuti Selter untuk jabatan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Namun dalam Uji Komptensi, Iwan dan peserta lainnya gugur. “Saya apresiasi pansel, memang semestinya Pansel mencoret nama Iwan sejak awal. karena beliau pernah bersinggungan’ dengan hukum.” terang ketua LSM PGK Lampura, Exsadi, Minngu (20/12).
Menurut Exsadi, tujuan diadakannya Selter JPTP untuk menghasilkan pejabat-pejabat yang berkualitas. Bagaimana mungkin tujuan itu tercapai kalau salah satu pesertanya pernah memiliki rekam jejak yang kurang baik dengan hukum. Ia melihat dalam Selter kali ini terdapat nama Iwan Kurniawan S. Padahal yang bersangkutan diketahui sempat tidak mematuhi rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengembalikan kerugian daerah tahun 2019 silam.
Kerugian daerah di bagian yang dipimpin oleh Iwan nilainya pun cukup fantastis, yakni Rp400 juta. 60 hari tenggat waktu yang diberikan oleh BPK juga tidak membuat Iwan patuh dan segera mengembalikan kerugian daerah itu. Ketidakpatuhan Iwan itu jugalah yang membuat organisasinya menggelar aksi unjuk rasa untuk menuntuk Pemkab Lampura mengambil sikap tegas terhadap Iwan dan pihak lainnya.
Selain sempat berurusan dengan BPK, Iwan juga sempat berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kala itu, ia sempat dipanggil sebagai saksi dalam kasus korupsi yang menyeret mantan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara. “Dengan cukup banyaknya persoalan hukum yang pernah dihadapi oleh yang bersangkutan, memang Pansel sudah harus mencoret nama yang bersangkutan,” ujarnya.
Diketahui, berdasarkan pengumuman Pansel Selter JPTP Nomo : 05/PANSEL JPT – LU/2020 pada 17 Desember lalu, Iwan Kurniawan S bersama 64 peserta lainnya dinyatakan lolos seleksi administrasi. (ndo/her)






