Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 31 Jan 2021 21:29 WIB ·

Turunkan Stunting, Diskes Gotong Royong Bersama Tim Konvergensi


 caption Foto:  Plt. Kadiskes Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan.
Perbesar

caption Foto: Plt. Kadiskes Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan.

KOTABUMI-Untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Lampung Utara(Lampura), Dinas Kesehatan(Diskes) setempat mengajak seluruh Satuan Kerja(Satker) terkait untuk bergotong royong bersama dalam mensukseskan penurunan Stunting.
Plt.Kadiskes Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat Titin Eka Sugiatini menyatakan, penurunan angka Stunting di Lampura dapat dilakukan dengan cara bergotong royong.
Melalui tim Konvergensi Stunting yakni ada Bappeda, Disperkim, PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Ketahanan Pangan dan Pertanian.”Semua berjalan secara bersamaan dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan begitu angka Stunting di Lampura bisa menurun,”ucap Maya.

Sejauh ini dalam menurunkan angka Stunting, ada dua intervensi yang dilakukan.
Mulai dari Intervensi Sensitif dan Intervensi Spesifik.
Intervensi Sensitif sendiri dilakukan oleh seluruh lintas sektor yang terkait dengan Stunting. Baik mempersiapkan sarana air minum dan sanitasi yang baik melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang dilakukan melalui Desa.
Lalu melalui pelayanan Gizi dan Kesehatan. Sehingga dengan memberikan pemahaman kepada Masyarakat, yang sebelumnya hidupnya tidak sehat, saat ini sudah bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat.”Ada juga melalui Akses Pangan bergizi. Sementara untuk interpensi Spesifik itu ada di Diskes yakni programnya memberikan makanan tambahan terhadap ibu hamil dan balita kurus.
Pemberian makanan tambahan ini disalurkan melalui Puskesmas sesuai dengan data hasil Posyandu,”paparnya.

Selain itu untuk mencegah Stunting dapat juga dilakukan dengan pemberian tablet penambah darah.
Baik untuk remaja SMP dan SMA, untuk wanita Usia Subur dan Ibu hamil.
Dengan tablet penambah darah khususnya bagi ibu Hamil, HBnya tidak akan dalam keadaan rendah, anak tidak kekurangan oksigen pada otak dan anak bisa menjadi pintar saat lahir.
Lalu melakukan konseling melalui kelas ibu, dalam kelas ibu ini sendiri diberikan pemahaman bagaimana cara menyusui dengan baik dan pentingnya ASI ekslusif bagi bayi.”Ada juga tata laksana gizi buruk. Hal ini dapat dilihat dari hasil Posyandu jika ditemukan ada bayi yang berat badannya di bawah garis merah,”jelasnya.

Tak hanya itu saja Diskes juga melakukan pemantauan perkembangan anak di Posyandu.
Pemberian imunisasi lengkap dan pemeriksaan kondisi kesehatan kehamilan.
Dalam hal ini tambahnya, para Kader diberikan pemahaman agar dapat mensosialisasikan tentang bayaha Stunting kepada ibu hamil dan Masyarakat yang memiliki anak balita.
Dengan pemahaman yang diberikan diharapkan jumlah Stunting di Lampura bisa turun dari tahun ke tahun.
Untuk jumlah stunting tahun 2020 pada balita usia 0 hingga 59 bulan adalah 2.956 balita.
Jika di presentasekan dari seluruh Balita ada 7,6 persen balita yang terkena Stunting.”Sosialisasi hingga ke tingkat bawah sudah kita lakukan.
Kemudian kita juga memberikan informasi tentang kesehatan lingkungan kepada Masyarakat, tentang penting sekali menjadi Desa ODF. Sehingga anak-anak kita tidak terinfeksi bakteri yang dapat menimbulkan infeksi saluran pencernaan,”pungkasnya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 153 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline