KOTABUMI–Kabupaten Lampung Utara (Lampura) diguyur Rp.18 Miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukan program Percepatan Pencegahan Stunting dari pemerintah pusat. Dana sebesar itu dibagi menjadi tiga kegiatan, yakni untuk kegiatan pembangunan baru sebesar Rp.7,7 Miliar. Lalu untuk peningkatan sebesar Rp.4,9 miliar dan Sanitasi sistem Pengelolaan Air Limbah sebesar Rp.5,3 Miliar. “Program tersebut meliputi pembangunan penyediaan air bersih, peningkatan fasilitas penyediaan air, dan pembangunan sarana prasarana sanitasi.” terang Tabrani Sulaiman, Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Kamis (4/3).
Tabrani yang didampingi Ibrahim, Kepala Seksi Perencanaan dan Pembangunan, menjelaskan, jika kegiatan dikelola langsung oleh 53 desa yang telah ditentukan pemerintah pusat, mengacu pada Surat Keputusan Bupati Lampura tentang desa stunting dan tertinggal. Rinciannya, sebanyak 24 desa akan melaksanakan kegiatan pembangunan baru, 19 desa melakukan peningkatan program dan 10 desa melaksanakan pembangunan sanitasi sistem pengelolaan air limbah. “Dana langsung ditransfer pada rekening masing-masing desa, kemudian desa melaksanakan kegiatan secara swakelola,”ujarnya.
Disampaikan, jika saat ini kegiatan tersebut tengah dalam proses pengumpulan data-data kongkrit dari masing-masing desa. Selain itu, Disperkim juga melakukan sosialisasi dan pembekalan terhadap desa-desa penerima, mulai hari Rabu (3/3) hingga Jum’at (5/3) besok (hari ini-red). Dimana pada hari pertama dikhususkan untuk 24 desa yang akan melaksanakan kegiatan pembangunan baru. Lalu kemarin (4/3) terhadap 19 desa melakukan peningkatan program. Terakhir pada Jum’at (5/3) terhadap 10 desa yang akan melaksanakan pembangunan sanitasi sistem pengelolaan air limbah. “Setelah semuanya siap, maka program ini akan langsung berjalan,” kata Tabrani.
Ditambahkan Tabrani, program ini bertujuan untuk mengentaskan persoalan mengenai stunting yang ada di desa – desa penerima program. Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada lagi terdengar persoalan stunting di desa penerima program tersebut.
“Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah persoalan sanitasi. Semoga dengan program ini, persoalan stunting dapat teratasi,”pungkasnya.(ndo/her)






