KOTABUMI—Sebagai Paskes yang memberikan pertolongan pertama untuk Masyarakat, pemberian pelayanan harus berjalan dengan Optimal.
Untuk itu tim dari Dinas Kesehatan yang terdiri dari Kabid Kesms Titin Eka, Kabid SDK Antoni Effendi, Kabid Yankes Ulia Febrianti dan Kasi Kesjaor Oktaviani melakukan Monitoring dan Evaluasi(Monev) di seluruh Puskesmas yang ada di 23 Kecamatan.
Mewakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan(Diskes) Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan, Kabid Kesmas Titin Eka menjelaskan, tujuan monev sendiri dilakukan untuk memberikan pembinaan dan pengawasan tentang pelayanan di puskesmas.”Selain membahas tentang Pelayanan kita juga minta seluruh Puskesmas berhati-hati dalam mengelola limbah medis. Jangan sampai Masyarakat merasa tercemari,”tutur Eka saat dikonfirmasi Radar Kotabumi melalui pesan Whatshap(WA) miliknya, Kamis (4/3).
Tak hanya itu saja lanjut Eka, dalam pertemuan yang dilaksanakan menggunakan Protokol Kesehatan(Prokes) tersebut, juga dibahas tentang monev untuk limbah padat B3 dan limbah cair puskesmas terkait limbah covid-19 sebagai salah satu langkah sosialisasi tentang tatalaksana limbah covid yang dihasilkan puskesmas sesuai dengan kepmenkes yang ada.”Sampai saat ini sudah ada 12 puskesmas yang dikunjungi. Kegiatan ini akan terus berjalan, sehingga nanti ketika ada keluhan, masukan dan ide-ide bisa kita sampaikan kepada pimpinan. Sehingga pelayanan kesehatan berjalan dengan semestinya,”ucap dia.
Dari hasil turun masih Eka, timnya mendapat masukan dari beberapa Puskesmas bahwa perlu adanya House Training kembali tentang Pengoperasian IPAL.
Sebelumnya di tahun 2020, Puskesmas untuk limbah padat menjalin kerjasama(MoU) dengan Rumah Sakit Umum Ryacudu.
Untuk tahun 2021 masih akan MoU langsung dengan transporter.”Untuk limbah cairnya masuk ke septik tank dan SPAL atau IPAL. Saya juga kembali menghimbau agar Puskesmas tetap berhati-hati dalam penanganan limbah B3 baik padat maupun cair.
Dan sejauh ini sudah ada beberapa Puskesmas yang kita kunjungi diantaranya Puskesmas kotabumi 2, Kotabumi udik, Madukoro, Tanjung raja, bukit kemuning dan Negara Ratu,”pungkasnya.(ria/her)






