KOTABUMI–Lagi-lagi terjadi kelangkaan LPG (elpiji) tabung melon 3 Kg di beberapa wilayah yang ada di seputaran Kota.
Akibat kelangkaan gas tabung melon tersebut sejumlah Masyarakat mengeluh.
Keluhan Masyarakat ini langsung ditanggapi oleh Kepala Dinas Perdagangan(Kadisdag) Lampura Hendri.
Ia mengatakan, secepatnya akan mengambil langkah serta akan menggandeng pihak Pertamina untuk mencari tahu secara pasti penyebab sering terjadinya kelangkaan tabung elpiji 3 kg.”Secepatnya kita akan turun ke bawah dan kita akan gandeng Pertamina dalam hal ini. Dengan begitu saat terjadi temuan di lapangan langkah tegas bisa diambil secara langsung. Sehingga tidak ada lagi yang bermain dalam hal ini menimbun gas atau lainnya sehingga menyebabkan terjadinya kelangkaan,”ucap Hendri saat diwawancarai Radar Kotabumi, Minggu (14/3).
Hendri membenarkan jika saat ini terjadi kelangkaan gas tabung melon disejumlah wilayah Kota dalam beberapa hari terakhir.
Namun Disdag memang tidak bisa memberikan sanksi tegas, namun jika di lapangan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka Disdag akan melaporkannya kepada pihak Pertamina.
Sebab sejauh ini, Disdag hanya mampu memberikan pembinaan saja kepada Agen, pengepul dan pengecer serta memantau pendistribusiannya.”Saya sudah koordinasi dengan beberapa agen dan pangkalan, sejauh ini pasokannya lancar. Namun karena konsumsi dari konsumen meningkat menjadi salah satu faktor penyebab kelangkaan. Salah satunya ramainya Masyarakat yang mengadakan hajatan dan permintaan tabung melon meningkat,”ucapnya.
Jika nantinya saat sidak ditemukan ada pangkalan yang bermain masih Hendri, tentunya ada langkah dan hal yang harus diambil, salah satunya mencabut izinnya.
Hendri juga menghimbau kepada seluruh Masyarakat jika ada pangkalan yang menjual harga tabung melon dengan harga diatas HET segera laporkan kepada pihak Disdag atau Pertamina.
Namun harus disertai bukti-bukti yang lengkal mulai dari foto, rekaman percakapan serta video.
Jangan sampai masyarakat membuat pengaduan tidak dilengkapi bukti.
Sehingga nantinya aduan dari Masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti untuk kemudian dikaji.”Apakah itu masuk ke ranah kita atau ke pihak Pertamina, itu akan kita kaji semua. Akan kita lihat dari bukti-bukti yang diserahkan Masyarakat,”pungkasnya.(ria/her)

Gas Elpiji 3 Kg di Lampura “Menghilang’ 




