KOTABUMI—Menanggapi permasalahan langkanya gas Tabung melon di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Lampung Utara(Lampura), kemarin(17/3) Dinas Perdagangan(Disdag) Lampung Utara(Lampura) bersama Pertamina langsung melakukan Infeksi mendadak(Sidak) ke sejumlah Pangkalan gas Elpiji.
Saat melakukan Sidak di lapangan pihaknya tidak menemukan adanya kelangkaan gas elpiji 3kg.
Namun dirinya membenarkan memang terjadi kelangkaan di sejumlah warung.
Hal tersebut disebabkan pangkalan sudah tidak lagi memasok gas ke warung-warung.”Di pangkalan ketersediaan tabung melon itu ada. Kalau di warung saat ini memang sudah dibatasi malah tidak ada lagi. Untuk itu kita himbau Masyarakat untuk membelinya di pangkalan resmi,”ujar Kepala Dinas Perdagangan Lampura Hendri di sela-sela melakukan Sidak, Rabu(17/3).
Untuk Warung sendiri lanjut Hendri, tidak memiliki hak untuk menjual tabung elpiji 3kg. Yang berhak menjual gas tabung melon yaitu pangkalan yang memiliki izin resmi dari Pertamina.
Dirinya berharap kepada seluruh Masyarakat yang ada di Lampura untuk melakukan pembelian gas elpiji 3kg di pangkalan dengan harga yang memang sudah ditentukan yakni Rp 18 Ribu per tabungnya. Sehingga Masyarakat tidak lagi membeli gas di tas HET.”Kalau utuk warung kita tidak bisa menekan harganya. Ada yang Rp 23 Ribu bahkan kalau barangnya hanya sedikit bisa mencapai Rp 30 Ribu. Ini yang sedang kita tata, agar Masyarakat dari kalangan menengah ke bawah tidak lagi membeli diatas HET,”ucapnya.
Saat ini tambah Hendri, pihaknya sedang mencari cara untuk menarik Konsumen agar membeli gas tabung melon di pangkalan.
Pihaknya menjamin pasokan di pangkalan akan selalu tersedia.
Bahkan dalam rangka menyambut hari-hari besar pasokannya aman.”Dalam satu Minggu satu KK di perbolehkan membeli satu tabung. Ini kita lakukan agar Masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah tidak merasa kesusahan lagi dalam membeli gas elpiji,”paparnya.
Dirinya juga menghimbau jika Masyarakat nantinya menemukan pangkalan Gas Elpiji menjual dengan harga diatas HET silakan laporkan ke Disdag atau Pertamina.
Nanti pihak Disdag akan merekomendasikan ke Pertamina untuk mencabut izin atau memberikan skorsing kepada pangkalan tersebut.”Saya tidak mau ada pengaduan sepihak. Kalau menemukan ada pangkalan yang bermain silakan lapor dilengkapi dengan bukti-buktinya,”pungkas Hendri.(ria/her)

Disdag dan Pertamina Sidak Elpiji Tabung Melon 




