Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Opini · 18 Apr 2021 20:37 WIB ·

Serba Serbi Ramadhan Ramadhan Bulan Penuh Rahmat dan Magfirah


 <span class=Serba Serbi Ramadhan Ramadhan Bulan Penuh Rahmat dan Magfirah"> Perbesar

Oleh: Pirmansyah (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Lampung Utara)

Asallamualaikum Warahmatullah Wabarakatu

Tabikpun
Puasa merupakan bulan yang paling suci dan bulan penuh ampunan bagi umat Islam.
Selain merupakan bulan permulaan diturunkannya Al-Qur’an ke bumi, bulan Ramadhan juga merupakan bulan ibadah yang penuh akan rahmat dan magfirah.”Jadi, selain puasa penuh selama satu bulan, disarankan pula ibadah lainnya kepada kita Umat Muslim. Mulai dari sholat tarawih, memperbanyak tilawatil quran, dzikir, tahmid, tahlil, i’tikaf, dan sampai memperbanyak sedekah,”

Selain itu, puasa Ramadhan juga mempengaruhi peningkatan iman dan moralitas umat yang menjalankannya. Puasa bisa meningkatkan kesucian jiwa dan keluruhan budi pekerti.
Selama bulan Ramadhan, ada banyak hikmah yang dapat diperoleh umat Muslim, sesuai yang difatwakan para ulama khalaf maupun salaf di dalam berbagai kitab.”Puasa merupakan satu-satunya ibadah yang sungguh-sungguh murni dan tulus karena Allah SWT. Oleh karena itu, Allah SWT. sendirilah yang akan menilai dan membalasnya,”

Puasa juga bisa meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Menurut kelazimannya manusia tidak menyadari suatu kenikmatan, kecuali setelah kenikmatan itu pergi. Ketika berpuasa, umat Muslim wajib menahan lapar dan haus selama belasan jam.”Dengan begitu, ketika berbuka puasa, setiap orang yang telah menunaikan ibadah puasa bisa memanjatkan rasa syukur yang melimpah kepada Allah SWT,”

Selain itu juga Puasa sanggup meningkatkan kepekaan sosial. Hal ini karena orang yang sedang berpuasa harus menahan diri dari kegiatan makan dan minum selama belasan jam, tak peduli apakah dia kaya atau miskin.”Dengan begitu, setiap orang akan mengingat penderitaan dan kepedihan yang menimpa orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan dan akan timbul kerinduan untuk menolong mereka”. (**)

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatu

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Curat Berkedok Satgas? Raibnya Timah di Smelter Sitaan Negara Uji Nyali Negara Menegakkan Hukum

1 Januari 2026 - 00:06 WIB

Surat Cinta untuk Hutan Kita Lampung Utara

5 Desember 2025 - 10:15 WIB

Insiden Doorstop Jambi: Humas Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Penghalang

13 September 2025 - 16:27 WIB

MERDEKA! 80 Tahun Indonesia Merdeka, Bagaimana dengan Kemerdekaan Pers Kita?

17 Agustus 2025 - 12:22 WIB

Menjaga Marwah Jurnalisme: Wartawan Tak Bisa Rangkap Jabatan, Apalagi ASN

30 Juni 2025 - 15:21 WIB

Penyelundupan Timah dan Premanisme Tambang: Gagalnya Aparat, Lemahnya Negara Hukum

31 Mei 2025 - 19:58 WIB

Trending di Opini