Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 18 Apr 2021 20:14 WIB ·

Tanding ‘Kuat’ Cawabup Lampura Agung Utomo (PKS), Imam Syuhada (Nasdem), dan Pattimura (Gerindra)


 <span class=Tanding ‘Kuat’ Cawabup Lampura Agung Utomo (PKS), Imam Syuhada (Nasdem), dan Pattimura (Gerindra)"> Perbesar

KOTABUMI–Meski belum terjalin komunikasi politik lintas Parpol Pengusung pasangan Agung Ilmu-Budi Utomo (ABDI) pada Pilkada lalu (PKS, Nasdem, Gerindra dan PAN), namun setidaknya tiga Parpol sudah menyampaikan calonnya, untuk mengisi kursi wakil bupati Lampung Utara (Lampura) Ini artinya akan terjadi ‘pertarungan’ hebat dilintas parpol, untuk mengkerucutkan dua nama yang akan disampaikan pada DPRD Lampura untuk dipilih. Harus ada kesepakatan koalisi Parpol untuk tidak ‘keukeh’ dengan calon yang diusulkan oleh parpolnya masing-masing.

Kepastian tiga calon yang bakal tanding ‘kuat’ itu, setelah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipastikan bakal usung Agung Utomo, sebagai calon wakil bupati (cawabup) Lampura. Kepastian itu di dapat, setelah Surat Keputusan (SK) DPTP PKS penetapan Agung Utomo sebagai calon, diterima Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) PKS Lampura. “Kalau soal cawabup SK dari DPTP atas nama pak Agung (Agung Utomo-red),” jelas M. Nuzul Setiawan, ketua DPTD PKS Lampura, Minggu (18/4).

Menurut Nuzul, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan perkembangan terkait Pilwabup Lampura pada DPTW PKS Lampung. Sejauh mana progres terkait Pilwabup, terlebih saat ini tengah digodok tatacara Pilwabup oleh DPRD Lampura. “Karena DPRD Lampura sudah membahas perubahan Tatatertib soal Pilwabup, maka kami (DPTD PKS-red) akan melaporkan perkembangannya pada DPTW PKS Lampung.” ujarnya.

Disinggung apakah sudah ada komunikasi bersama koalisi Partai Politik (Parpol) Pengusung, Nuzul mengatakan belum ada pembicaraan secara resmi lintas Parpol. Meskipun secara personal sudah ada yang mengajak untuk membicarakannya. “Belum ada komunikasi lintas parpol kearah itu, tapi waktu itu PAN sudah ngajak ngobrol, tapi karena kesibukan belum dapat direalisasikan,” tambah Nuzul.

Sebelumnya, Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Lampung Fauzan Sibron mengatakan Imam Syuhada ketua DPD Partai Nasdem Lampura, merupakan salahsatu nama yang diajukan. Dimana mekanismenya ada tiga nama untuk kemudian diusulkan menjadi Cawabup. “Iya, salahsatu yang diusulkan namanya adalah Imam Syuhada,” ucapnya.

Dijelaskan, pihaknya tetap optimis jika memang nama yang diusulkan asal Nasdem yang bakal menjadi wabup Lampura. “Tentunya kita harus optimis, dan Nasdem harus bisa menempati kursi itu (Wabup Lampura),” tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua Bapilu, DPD Partai Gerindra Lampung Mikdar Ilyas mengatakan, mekanisme dari DPP dimana DPP sudah merestui satu nama, yakni Sekretaris DPD Partai Gerindra Lampung, Pattimura. “Sudah ada restu dari DPP, atas nama Pattimura. Saya kira partai melihat beliau sosok yang pas. Putra daerah dan pengalamannya juga luas. Dan peluang menjadi Wabup cukup besar. Insya Allah, doakan saja,” ucapnya.

Dengan munculnya nama dari PKS, Nasdem dan Gerindra, berarti tinggal Partai Amanat Nasional (PAN) yang masih belum menyebutkan siapa cawabup yang akan diusulkan. Sebab keempat Parpol inilah yang akan mengusulkan cawabup untuk dipilih oleh DPRD. Karena keempat Parpol dimaksud merupakan Parpol pengusung pasangan Agung Ilmu-Budi Utomo (ABDI) pada Pilkada lalu.

Sementara itu, Iwansyah Mega, pengamat politik Lampura mengatakan, koalisi Parpol pengusung mestinya sudah menggodok siapa dua nama yang akan diusulkan untuk menduduki kursi wakil bupati Lampura. “Mestinya Koalisi Parpol sudah menggodok dua nama yang bakal disusulakn untuk di pilih oleh DPRD. Tapi ini saya lihat belum ada komunikasi kearah itu, Parpol baru menyebutkan nama yang bakal diusulkan partai mereka,” ujar Iwansyah

Padahal lanjut Iwan, untuk sampai pada kesepakatan dua nama, memerlukan komunikasi antar parpol yang intens. Artinya butuh waktu lama, untuk sampai pada kesepakatan itu. Sedangkan waktu semenjak kursi wabup lowong sudah berjalan cukup lama. “Sudah cukup lama, kalau komunikasi saja belum terjalin, saya pesimis tahun ini kursi wabup dimaksud dapat terisi,” ujarnya. (fer/her)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline