Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 29 Apr 2021 21:25 WIB ·

Lampung Akan Bangun Pabrik Beras Analog di Lampura


 Lampung Akan Bangun Pabrik Beras Analog di Lampura Perbesar

BANDARLAMPUNG–Jamin kestabilan harga singkong petani, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung gelar rapat percepatan rencana investasi pabrik pengelolahan beras singkong di Provinsi Lampung, pada Kamis (29/4) di ruang staf ahli Gubernur.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Lampung Kusnardi yang juga pimpinan rapat mengatakan, rencana pembuatan pabrik beras analog atau beras non padi di Lampung, akan dibangun di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) dan Lampung Tengah (Lamteng).

Namun, untuk daerah yang telah pasti, menurut Kusnardi adalah Lampung Utara, dan Lampung Tengah akan menyusul. Pembuatan pabrik tersebut, lanjutnya akan disinergikan dengan petani singkong setempat, untuk memenuhi kebutuhan pabrik beras analog itu.

“Ini bentuk sinergi petani dan pabrik nanti. Yang nanti hilirisasi dari program ini akan ada beberapa pabrik. Beras Analog ini berasal dari bahan singkong. Bukan dari gabah, tapi buatan. Bukan juga dari plastik,” ujarnya sembari bergurau, Kamis (29/4).

Beras Analog, kata Kusnardi diperuntukan kepada orang-orang berkebutuhan khusus, seperti untuk orang yang memiliki penyakit diabetes, program diet, dan lainnya.

Adapun nilai investasi dari pabrik beras analog di Lampung Utara, menurutnya sebesar Rp 300 Miliar. “Sekitar Rp 300 Miliar kebutuhannya. Investornya sendiri sudah ada dan dari Indonesia,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya pemerintah provinsi mulai melakukan pendataan terhadap petani singkong. “Sudah ada sekitar 50 ribu petani singkong yang terdaftar, ikut kegiatan ini. Mulai bulan Mei ini. Kalau sudah ada yang panen bisa. Pembelian dalam bentuk singkong kering atau Chip,” terangnya.

Ditambahkannya, keuntungan dari program ini, singkong yang telah bekerjasama dengan petani ini, harganya dijamin. “Jadi ini kan kerjasama dengan petani untuk penyediaan bahan produksi. Jadi harga singkong petani dijamin baik. Jadi efeknya bagus untuk petani kita,” ucapnya. (Pip/rnn)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline