KOTABUMI-Dunia digital semakin canggih, terutama dalam penggunaaan Android pada anak.
Tidak hanya dapat memberikan dampak positif kepada anak, namun penggunaan Android yang dilakukan tanpa adanya pengawasan dari orang tua akan menimbulkan dampak Negatif terhadap anak.
Untuk itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(DPP dan PA) Lampura meminta kepada seluruh orang tua agar melakukan pendampingan terhadap anak jika sedang menggunakan Android.”Kepada orang tua lakukan pendampingan pada anak-anak, apalagi saat anak menggunakan android dan internet itu perlu didampingi.
Kemudian orang tua juga harus selalu aktif dan sesering mungkin menanyakan aktifitas anak-anak setiap hari pada saat kumpul bersama,”himbau Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(DPP dan PA) Lampura dr. Hj. Maya Natalia Manan.
Tak hanya orang tua saja lanjut Maya, anak-anak juga harus lebih aktif bercerita kepada orang tua dalam penggunaan Android dan Internet sehari-hari.
Begitu juga dengan kegiatan yang sehari-hari mereka lakukan.
Dalam hal ini orang tua juga perlu menyisihkan waktunya untuk berkumpul dengan anak.”Orang tua harus lebih perduli terhadap anaknya. Sekarang ini dunia sudah semakin canggih. Semua ada dalam android tidak hanya pelajaran saja, untuk itu kita harus sama-sama waspada,”ucapnya.
Dari Pemkab Lampura melalui DPP dan PA sambung Maya, pihaknya akan lebih menggalakkan sosialisasi tentang keuntungan dan kerugian penggunaaan android.
Saat ini DPP dan PA Lampura sudah memiliki UPTD PPA, salah satu fungsinya adalah melakukakan pendampingan terhadap korban.
Karena saat masa Covid-19 seperti ini pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh (daring), otomatis anak-anak juga lebih sering memegang hp android mereka.
Dan memang saat ini kecanduan android khususnya game sudah masuk dalam penyakit gangguan jiwa.
Oleh karena itu memang diperlukan pendampingan yang lebih mendalam terhadap anak-anak yang kecanduan android.”Sosialisasi penggunaan andorid akan lebih kami tingkatkan melalui media- media sosial yang kami punya,”pungkasnya.(ria/her)






