KOTABUMI—Paku Banten Kabupaten Lampung Utara (Lampura), berkomitmen mendukung segala program pemerintah dalam pembangunan, khususnya ditengah pendemi saat ini.
Seperti masalah kemasalahatan umat serta ketertiban dan keamanan ditengah-tengah masyarakat. Melalui aksi nyata dilapangan, mulai dari suri tuladan, sampai dengan menghimbau kepada seluruh anggota untuk menyampaikan kepada khalayak umum.
“Sesuai visi-mis kita, menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Jadi sudah menjadi tradisi, bahwasanya setiap kader bukan hanya anggota itu harus senantiasa mengamalkan sesuai moto “Menegakkan Kebenaran dan Menjauhi Kebathilan”. Dan menularkannya kepada keluar serta lingkunganya masing-masing, “kata Ketua Perguruan Paku Banten Lampura, Basirun Ali, Rabu (14/7).
Basirun Ali, yang juga merupakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lampura, ini juga mengatakan setiap kader bukan saja anggota untuk berperan aktif ditengah masyarakat. Hal itulah yang bagian budaya disana, sehingga tak salah itu diterapkan untuk membantu pemerintah.
Sesuai dengan Ad/Art, taat serta tunduk kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kader dan anggota itu ada tuntunya, ya itu beberapa diantaranya, kemudian kedepan juga coba akan melakukan bakhti sosial pembagian masker serta hinbauan untuk terus menegakkan prokes. Sebab, masih ditengah pendemi saat ini, “terangnya.
Selain itu, kata dia, peran serta anggota dan para kader yang nyata lain dilapangan seperti membantu program pemerintah dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat secara langsung. Dalam memberikan pemahaman serta aktif memantau lingkungannya masing, termasuk pencegahan kejadian tindak kriminal dan kejahatan.
“Tapi bukan untuk dilapangan ya, kalau ada kejadian coba ditangkal dan masalah pengekkan hukum diserahkan kepada aparat keamanan. Bukan lantas dilakukan aksi yang berisifat kriminal seperti banyak dipemberitaan media, pengerahan massa, aksi sweping atau lainnya hingga menimbulkan ketidak amanan dan nyamanan. Bukan, tetap melalui koridor sesuai aturan, “tegasnya.
Sehingga dalam esensinya, kata dia, bukan seperti dibanyak dikatakan orang.
“Mau sok – sok an, atau gaya – gaya-an saja. Ini ada paguyuban dari perguruan paku banten, yang memang sesepuh, kader maupun anggota banyak berasal dari para alim ulama. Mulai dari ustazd sampai kepada kiyai, semua ada disini, imbuhnya.
Dalam menjalankan amanah, lanjutnya, ia juga mengaku ada korelasi antara jabatan didalam struktur organisasi dan strukturalnya. Sehingga tak menimbulkan kendala berarti dilapangan, disatu sisi ada amar ma’ruf nahi munkar dan lainnya menjaga keselamatan dibidang lalu-lintas dan angkutan jalan.
“Untuk lainnya, ya tinggal penyesuaian saja. Tapi pada dasarnya ini sama, sama-sama menegakkan kebenaran dan menjauhi kebathilan, ” tutupnya (ozy/rnn)






