KOTABUMI—Kembali Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), diselimuti duka mendalam. Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik yang dimiliki, berpulang. Nh yang menjabat sebagai bendahara pada salah satu Bagian di Sekretariat Kabupaten (Setkab) Lampura, meninggal dunia di RS Handayani Kotabumi, Kamis (15/7) sekira pukul 18.30 WIB. Diduga Nh terpapar covid-19 dan sempat dirawat di RS tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lampura, dr. Maya Natalia Manan, yang dihubungi membenarkan jika almarhumah meninggal dunia lantaran covid-19
“Kabar meninggalnya ibu Nh memang benar, beliau terinfeksi virus corona,” ujar dr. Maya.
Menurut Maya, sebelumnya almarhumah sempat di rawat di RS Handayani. Namun dirinya belum mengetahui secara pasti, berapa lama Nh dirawat sebelum kemudian meninggal dunia.
“Meninggalnya memang di RS Handayani, tapi saya belum dapat info detail terkait kapan mulai masuk atau di rawatnya.” jelasnya.
Meski demikian, dirinya telah memghubungi pihak keluarganya untuk mekanisme pemakaman dengan protokol kesehatan (prokes).
“Kita sudah hubungi pihak keluarganya, untuk tehnis pemakaman. Dan pihak keluarganya, menyetyjui memakai prokes,” terang dr. Maya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Pemkab Lampura, Bambang, S. STP, di hubungi via telepon belum ada jawaban.
Sebelumnya, Lampura juga berduka dengan berpulangnya Sri Haryati, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu, pada Sabtu (10/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Almarhumah menjalani perawatan di RSU Abdoel Moeloek Bandar Lampung, karena terpapar SARS-CoV-2. Sosok wanita tangguh ini adalah salah satu pahlawan Covid-19 di Lampura.
Sementara itu, meski Status Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tidak lagi berada di zona merah melainkan turun menjadi zona oranye, per 15 Juli 2021, namun kembali terjadi peningkatan jumlah kasus positif sebanyak 38 Kasus. Dengan penambahan tersebut total jumlah kasus positif di Lampura mencapai 2.604 orang. Dengan rincian, 1.681 orang selesai menjalani isolasi, 96 orang meninggal dunia, dan sisanya sedang menjalani proses isolasi.
Kemudian masih terdapat 18 wilayah beresiko penyebaran covid-19 yang masih berstatus zona merah. Yakni Kelurahan Bukitkemuning, Desa Bumi Restu, dan Desa Kembang Tanjung.
Kemudian Kelurahan Kotabumi Ilir, Mulang Maya, Rejosari, Sido Kayo, Pungguk Lama, Tanjung Harapan, dan Candi Mas.
Selanjutnya Kelurahan Kelapa Tujuh, Kota Alam, Kotabumi Udik, Negeri Galih Rejo, Semuli Jaya, Sukamenanti, Tanjung Aman, dan Tanjung Senang. (fer/her)

Lagi, Pejabat Lampura Meninggal Lantaran Covid-19 




