“Sebagai BUMN tentu Bulog harus bersinergi dengan pemerintah, dimana berbagai persoalan pangan yang terjadi di Masyarakat, Bulog harus memiliki peran penting sebagai PANGLIMA untuk mengkontrol stabilitas harga di Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Laporan: Riduan Pimred Radar Kotabumi
Ditengah kesulitan masyarakat dalam mendapatkan pangan di tengah pandemi covid-19, Perum BULOG yang telah bertransformasi dengan metode supply chain dan berkomitmen tinggi dalam membantu pemerintah dalam mensuplay kebutuhan pangan di daerah – daerah rawan kebutuhan pangan dan memasarkan produk-produk sembako BUMN.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara(BUMN) Bulog memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wajar saja sebagai benteng terakhir ketahanan pangan Negara, Bulog harus hadir ditengah – tengah masyarakat Indonesia sebagai penyelamat harga dari prosesi swastanisasi yang berkeinginan mengeruk keuntungan sebesar – besarnya.
Keinginan pemerintah, untuk membebaskan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT)/tidak harus Bulog sebagai suplayer, dimulai beberapa tahun terakhir ini. Diyakinkan, itu sebagai upaya untuk menghilangkan image Bulog untuk memonopoli pasar nasional dalam penyaluran beras sejahtera (rastra) secara Nasional.
Hal ini terbukti dengan pernyataan Pimpinan Cabang BULOG Lampung Utara Arief Kharisvan bahwa, meski Bulog sudah tidak memiliki kewenangan tunggal dalam pendistribusian sembako dalam program BPNT. Namun pihaknya tetap bersedia bersaing dengan pihak manapun dalam penyediaan beras kualitas unggul di Kabupaten Setempat. Dengan motto penyediaan pangan dari Kita untuk Kita.
Bahkan hingga kini, Bulog sebagai penyedia utama komoditas beras di Lampung Utara, dipercaya oleh masyarakat melalui e-warung untuk tetap kompeten sebagai penyuplay beras untuk program BPNT/Program Sembako(Prosam).
Saat jumpa Pimpinan Bulog Lampura Arief Kharisvan di ruang kerjanya. Radar Kotabumi mendapat penyambutan sangat baik oleh dua orang satuan pengaman(satpam). Mereka meminta mengisi buku tamu, dan selanjutnya mempersilahkan duduk dengan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai upaya antisifasi penyebaran covid 19.
Kemudian Satpam itu mempersilahkan duduk di ruang tunggu. Tak lama kemudian, Pimpinan Bulog Cabang Lampura Arief Kharisvan dan mempersilahkan masuk ke ruang kerjanya.
Arief mengatakan, jika dirinya diberikan mandat sebagai kepala Bulog Lampura oleh Manajemen Bulog menggantikan Pimpinan Sebelumnya.
Penyandang Master Degree Universitas Indonesia(UI) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini, mengaku pernah juga mengenyam pendidikan di Yale University, New Haven US.
“Ini sebagai buah ketekunan, saya berkuliah di Amerika, sejajar dengan kaum milenial bersama talenta negara lain dan salah satunya keluarga petinggi negara saat itu ,” terangnya sambil menunjukan foto bersama.
Terkait dengan peran serta Bulog sebagai salah satu penyuplay BPNT, lanjut Arief, sudah menjadi kewajiban BUMN dalam upaya membantu pemerintah sebagai upaya mensejahterakan segenap rakyat Indonesia.
“Sebagai BUMN tentu Bulog harus bersinergi dengan pemerintah, dimana berbagai persoalan pangan yang terjadi di Masyarakat, Bulog harus memiliki peran penting sebagai PANGLIMA untuk mengkontrol stabilitas harga di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Kalau sebelumnya, lanjut Arief, Bulog dikatakan memonopoli beras untuk masyarakat, tapi tidak untuk saat ini Bulog siap bersaing dengan pihak swasta manapun dalam pengadaan sembako.
”Kita siap bersaing soal kualitas, kita juga berani berkompetisi agar produk kita dicinta seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di kabupaten Lampung Utara,”pungkasnya.(*)






