KOTABUMI—Persoalan gas Elpiji khususnya tabung melon yang kerap menghilang atau langka, menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Lampung Utara (Lampura). Utamanya menjelang dan sesudah peringatan hari-hari besar, seperti Hari Raya Idul Adha yang baru lalu. Keberadaan tabung gas melon nyaris hilang dan menyebabkan kelangkaan. Mujur masyarakat masih bisa mendapatkan tabung gas dimaksud, meskipun harus berkeliling mencarinya pada agen-agen resmi yang ditunjuk.
Kepala Dinas Perdagangan(Disdag) Lampura, Hendri bahkan sempat mendapat aduan dari masyarakat bahwa di sejumlah wilayah terutama di seputaran wilayah Kota Kotabumi terjadi kelangkaan tabung melon.
Mendapati itu, Hendri berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk melakukan penambahan jumlah tabung melon di sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya kelangkaan.”Polemik tabung melon sering terjadi, apalagi menjelang hari-hari besar. Untuk itu kita akan melakukan penambahan di sejumlah titik rawan, terutama wilayah perkotaan,”ujar Hendri saat dikonfirmasi Radar Kotabumi, Minggu(25/7).
Selama ini lanjut Hendri, pembagian stok tabung di sejumlah wilayah itu jumlahnya sama.
Untuk itu Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina agar melakukan penambahan serta pengurangan untuk daerah yang kelebihan pasokan.
Penyuntikan dilakukan karena setiap daerah kebutuhannya tidak sama.”Selama ini kalau tidak ada laporan dari masyarakat kan kita tidak tau.
Kita Disdag ini tidak bisa mengambil keputusan secara langsung , karena kewenangan penuh ada di Pertamina. Salah satunya memberikan sanksi tegas, jika kita punya kewenangan penuh tentu kita akan mengambil langkah tegas,”kata dia.
Kembali ditegaskan juga kepada masyarakat masih Hendri, jika ada Agen atau Pangkala yang menjual tabung melon dengan harga tinggi hingga Rp 40 Ribu tolong segera laporkan disertai dengan bukti-buktinya.
Karena Disdag dan Pertamina tidak menganjurkan masyarakat untuk membeli tabung di warung, silakan masyarakat membeli tabung ke pangkalan.
Ketika terjadi penimbunan dan permainan harga itu bukan kewenangan dirinya lagi.
Sebab ada pihak-pihak lain yang berwenang untuk memberikan sanksi, untuk itu dirinya menghimbau kepada agen penyalur untuk tidak bermain-main.”Harapan saya Pertamina juga dalam hal ini bisa lebih tegas lagi.
Kemudian bisa lebih aktif dalam mengontrol penyaluran gas tabung melon, terutama saat menjelang hari-hari besar. Kemudian pantau Agen apakah ada permainan yakni masih menjual ke warung-warung. Sebab gas tabung melon ini sering langka dan menimbulkan persoalan di masyarakat,”pungkasnya.(ria/her)






