KOTABUMI UTARA – Dalam rangka mensinergikan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial(PMKS), Selasa(10/8) Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan(TKSK) Se-Kabupaten Lampung Utara(Lampura) bersama Kepala Dinas Sosial(Dinsos) Setempat Eka Dharma Thohir, menggelar pertemuan di Resto Nayra – Prokimal Kecamatan Kotabumi Utara.
Kedatangan Bang Eka – sapaan akrab Kadinsos Lampura itu, didampingi Kepala Bidang(Kabid) Rehabilitasi Sosial(Resos) Heri Firdaus, beserta dua orang Kepala Seksi (Kasi) yakni Sahyadin, dan M. Ali Reza.
“ Intinya kegiatan ini dalam rangka sinergitas antara dinas sosial dengan TKSK yang juga merupakan pendamping dalam program sembako,” ujarnya.
Lebih lanjut Eka menyebut jika dalam penyaluran program sembako e warung gotong royong yang ada di setiap kecamatan harus senantiasa menerapkan protokol kesehatan(prokes).
”Jangan sampai gegara mengantri bantuan sembako, malah menjadi klaster baru dalam penyebaran virus covid -19. Kita ingatkan ini, agar sahabat –sahabat pendamping menyampaikan kepada e-warung yang ada,”imbuhnya.
Dia juga mengapresiasi kinerja pendamping program sembako yang juga merupakan TKSK di masing – masing kecamatan karena ke-kompakannya.
”Kita berharap pendamping program sosial lainnya seperti PKH dan pendamping program cacat berat, dapat melakukan hal serupa,”imbuhnya.
Terkait adanya oknum pendamping PKH yang ditangkap polisi akibat menggelapkan dana Keluarga Penerima Manfaat(KPM), Bang Eka menegaskan, agar para pendamping program bantuan sosial khususnya yang ada di Kabupaten Lampung Utara, jangan sampai menahan Kartu Keluarga Sejahtera(KKS) milik para KPM.
” Kalau soal isi atau tidaknya(KKS, Red), layak atau tidak (penerima, Red). Kita punya cara lain yakni, melalui operator SIKS – NG(Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial- Next Generation) yang sudah ada di masing – masing desa/kelurahan,” imbuhnya saat dihubungi via telepon selulernya.
Sementara Bambang Saputra selaku Koordinator Kabupaten(Korkab) Program Sembako/BPNT, jumlah penerima BPNT di Lampura sekitar 54 Ribu lebih. ”Pendistribusian terakhir sudah sampai bulan September 2021,”jelasnya,.
Terkait Saldo Nol, Bambang menyebut, masyarakat dapat melakukan singkronisasi data ke pihak dinas sosial dan langsung berkomunikasi dengan pihaknya.”Saya standby di Dinas Sosial, kalau soal keluhan sembako,”kata dia.
Sementara Sarkasi selaku Koordinator Forum Komunikasi(FK) TKSK LU, menyebutkan agar semua pendamping program sembako yang merupakan anggota TKSK dapat bersabar menghadapi masyarakat.
” Bersabar menghadapi masyarakat, KKS jangan sampai ada di pendamping atau e – warung. KPM langsung yang melakukan penggesekan. Kita nggak, mau teman – teman pendamping dan e-warung terseret – seret dalam persoalan ini,”singkatnya.(rid)






