Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 19 Agu 2021 21:06 WIB ·

Serapan BOKB Lampura Baru Sekitar 30 Persen


 Serapan BOKB Lampura Baru Sekitar 30 Persen Perbesar

KOTABUMI–Kabupaten Lampung Utara (Lampura) memperoleh serapan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB), pada tahun anggaran 2021 ini sebesar Rp.6 Miliar. Bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu, diperuntukan bagi 23 Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan KB atau kecamatan yang tersebar di 23 kecamatan.
Sayangnya hingga saat ini, serapan BOKB Lampura tersebut masih sangat rendah. Yakni hanya kisaran 30 persen saja. Padahal bulan depan, sudah memasuki kuartal terakhir.
Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan dan KB, Muzairin Daud membenarkan jika serapan BOKB belum maksimal. Pada bulan lalu serapan dana dimaksud baru 18 persen. Lalu bulan ini digenjot sehingga dapat mencapai 30 persen. “Bulan kemarin sudah dijalankan 18 persen. Jika ditambah dengan serapan bulan ini diperkirakan serapannya sudah mencapai 30 persen,” jelasnya, Kamis (19/8).
Muzairin yang baru genap sebulan menempati jabatan kepala Dinas PPKB Lampura, belum dapat menjelaskan secara detil kegunaan BOKB itu. Ia kemudian mempersilakan bawahannya yang bernama Edison untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Edison yang mengaku sebagai pengelola BOKB itu menguraikan bahwa BOKB tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan di antaranya seperti penyuluhan, pertemuan kelompok kerja di kecamatan. Anggaran kegiatan itu disalurkan langsung pada kecamatan atau UPTD.
“Kami salurkan langsung ke kecamatan saat ada pertemuan,” terangnya kepada awak media
Di samping pemberian secara langsung, ada juga uang yang dikirimkan melalui rekening. Pengiriman melalui rekening untuk pihak ketiga‎ dan jasa medis. Besaran BOKB yang diterima oleh masing – masing UPTD nilainya hampir sama.
“Setiap kecamatan ‎hampir sama, tapi nilainya saya lupa,” kata dia.
Sementara mengenai alasan di balik masih rendahnya serapan BOKB, Edison menuturkan bahwa hal itu dikarenakan besaran dana yang ditransfer Pemerintah Pusat memang baru sebesar itu.
“Kendalanya memang dari pusat baru turun segitu. Di samping itu juga karena adanya PPKM,” pungkasnya. (her)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puluhan Awak Media Babel Datangi Polda: Jangan Pidanakan Karya Jurnalistik

12 Februari 2026 - 07:48 WIB

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Trending di Headline