KOTABUMI – Sekolah Menengah Atas(SMA) Kemala Bhayangkari menggelar pelaksanaan In-House Training sekolah penyelenggara pendidikan inklusif bagi seluruh peserta didiknya, termasuk bagi siswa berkebutuhan khusus.
Kegiatan itu dibuka langsung Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari(YKB) Cabang Lampung Utara(Lampura) Ny. Diana Kurniawan yang merupakan istri Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail, Sabtu(25/9).
Seperti diketahui, SMA Kemala Bhayangkari Kotabumi merupakan satu –satunya sekolah regular/umum yang menjadi pilot projects bagi sekolah reguler se- Sumatera dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif untuk para peserta didiknya. Sehingga, para peserta didik diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya, termasuk bagi siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di tempat tersebut.
Ketua YKB Cabang Lampura Diana Kurniawan mengatakan, dengan dipercayanya SMA Kemala Bhayangkari Kotabumi oleh pemerintah sebagai penyenggara pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihaknya.
Diana menyampaikan bahwa pendidikan inklusif sangat penting bagi anak. Karena itu, perlu adanya pemahaman yang jelas mengenai pendidikan inklusif. Dalam ranah pendidikan, istilah inklusif dikaitkan dengan model pendidikan yang tidak membeda-bedakan individu berdasarkan kemampuan dan atau kelainan yang dimiliki individu.
“Konsep inklusif memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerimaan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus ke dalam kurikulum, lingkungan, dan interaksi sosial yang ada di sekolah,”jelasnya.
Untuk mendukung terwujudnya program tersebut, lanjut Diana, perlu adanya sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama.
“Dalam sekolah inklusif, siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan khusus sesuai dengan potensinya masing-masing, dan siswa reguler mendapatkan layanan khusus untuk mengembangkan potensi mereka. Dengan demikian, siswa yang berkebutuhan khusus ataupun siswa reguler dapat bersama-sama mengembangkan potensi masing-masing dan mampu hidup eksis dan harmonis dalam masyarakat,”paparnya.
Dijelaskan, pada dasarnya sekolah inklusif dihadirkan bertujuan merangkul semua siswa berbagai latar belakang dan kondisi dalam suatu sistem sekolah. Serta mencoba menemukan, dan mengembangkan potensi siswa yang majemuk tersebut.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Istri Kapolres Lampura ini, pendidikan inklusif perlu melibatkan orang tua dalam cara yang berarti dalam berbagi kegiatan pendidikan, terutama dalam proses perencanaaan, sedang dalam belajar mengajar, dan pendekatan guru berpusat pada anak.
“Demi terwujudnya pendidikan inklusif, peran warga sekolah atau civitas akademik yakni kepala sekolah, guru, staf, dan peserta didik beserta perangkat lainnya sangat diperlukan dalam rangka membangun sebuah sistem manajemen yang baik demi keberhasilan pendidikan ke depan,”pungkasnya.
Sementara Kepala SMA Kemala Bhayangkari Kotabumi, Bambang Nopriadi mengapresiasi dukungan penuh Ketua Pengurus Cabang YKB Lampura Diana Kurniawan, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya tersebut.” Semoga ke depannya SMA Kemala Bhayangkari Kotabumi mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat, sehingga mau menyekolahkan putra-putrinya di sini,”singkatnya, diamini Kepala Cabang Dinas(Kacabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Tri Yeni Kesuma.(rid)






