Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 3 Okt 2021 20:21 WIB ·

Imam Syuhada Tarik Diri Dari Kontestasi Pilwabup Lampura Agung Utomo Vs Pattimura, Siapa Kuat ?


 caption : Imam Syuhada, ketua DPD Partai Nasdem Lampura Perbesar

caption : Imam Syuhada, ketua DPD Partai Nasdem Lampura

KOTABUMI–Pernyataan mengejutkan disampaikan Imam Syuhada, dikediamannya, Minggu (3/10). Ketua DPD Partai Nasdem Lampung Utara (Lampura) itu, akan menarik diri dari perhelatan Pemilihan wakil bupati (Pilwabup). Padahal Imam Syuhada, disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menduduki posisi wakil bupati Lampura. Konon, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mendukung dan ‘merestui’ jika Imam yang mendampingi Budi Utomo. Namun demikian, rencananya itu akan di konsultasikan terlebih dahulu pada DPP melalui DPW Partai Nasdem Lampung.

“Dalam waktu dekat, saya akan sampaikan sekaligus konsultasikan kepada DPP melalui DPW. Sebagai kader tentunya saya harus lapor dan mengkonsultasikannya terlebih dahulu. Jika nantinya partai menyetujui, maka saya nyatakan menerik diri dari kontestasi Pilwabup,” jelasnya.

Ditanya apa yang menyebabkan dirinya mengambil keputusan tersebut, Imam menegaskan jika kader Partai Nasdem terbiasa mendahulukan kepentingan Nasional atau Daerah. Dirinya melihat, kontestasi Pilwabup Lampura merupakan amanat Undang-undang yang harus dilaksanakan. Sementara perjalanan menuju kearah pelaksanaan Pilwabup, seperti terseok-seok. Sehingga hampir satu tahun sejak Budi Utomo dilantik sebagai Bupati Lampura pada 3 November 2020 lalu, belum juga selesai. Baru pada tahapan pengesahan Peraturan Tatatertib (Tatib) dan terbentuknya Panitia Pilwabup.

Sedangkan, kesepakatan koalisi Partai Politik (Parpol) pengusung (Nasdem, Gerindra, PKS dan PAN) tentang dua nama yang bakal diusulkan untuk dipilih, belum terjalin. Mungkin, bupati dan parpol pengusung, terganjal dengan keberadaannya. Ada yang merasa ewuh pakewuh atau kurang nyaman, jika dirinya maju sebagai calon. “Pilwabup inikan kepentingan Daerah, karenanya demi memperlancar terlaksananya Pilwabup, maka saya menarik diri. Dengan demikian, pak Bupati dan pimpinan koalisi parpol dapat lebih leluasa untuk menentukan pilihannya.” tambah Imam.

Terpisah, Farouk Danial ketua DPC Partai Gerindra Lampura, menanggapi datar pernyataan Imam tersebut. Dikatakan, jika politik itu dinamis. Maju dan mundur dalam kancah pemilihan, merupakan hal yang wajar dan biasa. Farouk justru konsen dengan perkembangan proses Pilwabup. Dimana hingga kini belum ada pemberitahuan resmi baik dari Pemerintah maupun dari DPRD Lampura, terkait pengesahan peraturan tatatertib dan penyusunan Panitia Pilwabup. Padahal dari sinilah parpol akan memulai melakukan komunikasi politik antar parpol dan bupati.

Farouk menyebutkan, jika DPC Partai Gerindra Lampura tidak mempersiapkan sosok calon. Melainkan sepenuhnya diserahkan kepada kebijakan DPP Partai Gerindra. Siapa nama yang nantinya diputuskan, itu yang akan disampaikan pada koalisi parpol dan bupati. Hanya ia mengingatkan, sebelum kearah itu, sebaiknya bupati dan pimpinan parpol pengusung, meminta pendapat Agung Ilmu Mangkunegara mantan bupati Lampura. Karena bagaimanapun, koalisi parpol terbentuk untuk mengusung pasangan Agung Ilmu dan Budi Utomo sebagai bupati dan wakil bupati Lampura, periode 2019-2024. “Etikanya kita mintakan dulu apa pendapat pak Agung, jangan kita melupakan bagaimana iikhwal dan perjuangan sehingga pasangan Agung-Budi memenangkan Pilkada.” ujarnya.

Sementara itu, Agung Utomo calon wabup dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menganggap penarikan diri Imam dari kancah Pilwabup sah-sah saja. Ia tidak terpengaruh dengan itu semua. Sebagai calon yang sudah mengantongi rekomendasi partai, dirinya hanya konsen untuk melaksanakan amanat partai tersebut. Siapapun yang nantinya akan dihadapai dalam kontestasi Pilwabup bukan persoalan. “Sejauh partai mengamanatkan kepada saya untuk maju, ya saya akan maju terus apapaun konstalasinya. Terkecuali kemudian ada keputusan partai yang baru,” pungkas Agung.

Diketahui, sejak Pilwabup diwacanakan, banyak kalangan menyebut tiga nama yang berpotensi menjadi orang nomor dua di Lampura. Yakni Imam Syuhada (Nasdem), Pattimura (Gerindra) dan Agung Utomo (PKS). Sementara PAN setelah terjadi perubahan kepengurusan, belum diketahui siapa kader yang bakal dicalonkan. Nah dengan penarikan diri Imam, berarti tinggal Pattimura dan Agung Utomo. Akankah keduanya disepakati sebagai calon yang bakal diusulkan pada DPRD untuk dipilih melalui Bupati Lampura.? Masih harus menunggu bagaimana komunikasi politik lintas parpol dengan bupati Budi Utomo. (her)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM, Soroti Dugaan Komitmen Investasi

11 Februari 2026 - 19:41 WIB

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Trending di Headline