KOTABUMI–DPRD Lampung Utara (Lampura) ingatkan bupati dan koalisi Partai Politik (Parpol) pengusung, untuk segera mempersiapkan calon wakil bupati (cawabup). yang akan dipilih pada pelaksanaan Pemilihan wakil bupati (Pilwabup). Karena mekanismenya, dua nama cawabup disampaikan koalisi parpol kepada DPRD untuk dipilih, melalui bupati. Sementara DPRD Lampura secara kelembagaan telah melaksanakan apa yang diamanahkan oleh Undang-undang 32/2004 Tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah No.12/2018 Tentang Tatatertib DPRD . Yakni telah mengesahkan Peraturan Tatatertib(Tatib) dan membentuk Panitia Pilwabup.
Dengan begitu, terlaksananya Pilwabup bergantung pada bagaimana kesiapan bupati dan koalisi partai politik (parpol) pengusung. Bersepakat menyampaikan dua nama calon, untuk dipilih. “DPRD telah menjawab keraguan tentang keseriusan untuk menggelar Pilwabup, dengan disahkannya Tatib dan pembentukan panitia pemilihan. Sekarang tinggal bagaimana sahibul hajat (bupati dan koalisi parpol-red) saja.” terang Wansori, anggota Panitia Pilwabup Lampura, Senin (4/10).
Mantan ketua Pansus Tatib Pilwabup Lampura ini menjelaskan, DPRD secara kelembaga sudah mempersiapkan perangkat Pilwabup. Bukti nyata, DPRD serius ingin melaksanakan Pilwabup. Karenanya tidak boleh adalagi yang menyebut DPRD tidak siap atau tidak serius untuk menggelar Pilwabup. Justru DPRD mempertanyakan, bagaimana kesiapan bupati dan koalisi parpol. “Ini amanat Undang-undang yang harus dilaksanakan oleh bupati, yang juga menyangkut hajat orang banyak. Jangan sampai ketidakpatuhan bupati ini membuat DPRD menggunakan hak-hak konstitusionalnya,” tegas Wansori.
Disampaikan Wansori, dirinya mengapresiasi sikap kenegarawanan yang ditunjukkan Imam Syuhada. Menarik diri dari kontestasi Pilwabup, agar hajat besar itu dapat segera terlaksana. Ketua DPD Partai Nasdem Lampura itu, tidak ingin keradaannya menjadi ganjalan. Menjadi pertimbangan yang memberatkan, baik oleh bupati maupun koalisi parpol, untuk sampai pada calon yang diusulkan. “Mestinya dengan penarikan diri saudara Imam, semakin memudahkan bupati dan koalisi parpol untuk bersepakat pada dua nama. Sebab jumlah kandidat menjadi berkurang. Inilah tujuan mulia dibalik penarikan dirinya. Sebuah sikap kenegarawanan sejati, mengedepankan kepentingan Daerah dan masyarakat banyak,” ujarnya.
Wansori berharap kontestasi Pilwabup ini berjalan dengan sejuk. Tidak terjadi gesekan. Terlebih ada yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu. Sebab akan mengganggu perjalanan pemerintahan dan pembangunan yang tengah dilaksanakan. Sementara sejumlah agenda, seperti peningkatan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan program pembangunan lainnya
Sayangnya Bupati Lampura Budi Utomo, belum dapat dihubungi. Menurut Kabag Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Lampura, Martahan, Bupati tengah berada di Jakarta dalam rangka penandatanganan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Bapak (bupati-red) lagi di Jakarta, nanti saja kalau beliau sudah kembali saya sampaikan, jika Radar Kotabumi ingin konfirmasi terkait Pilwabup,” ujar Martahan, sekira pukul 18.51 WIB. (her)

DPRD Lampura Akan Gunakan Hak Interpelasi dan Hak Angket 




