KOTABUMI-Geram tentu hal ini yang ditunjukkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(PP dan PA) Kabupaten Lampung Utara(Lampura) dr. Hj. Maya Natalia Manan saat mendengar ada korban pencabulan yang menimpa salah satu siswa Sekolah Dasar(SD) yang ada di Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampura.
Mendengar itu dr. Maya akan segera menindaklanjuti berita tersebut.
Bahkan secepatnya pihak PP dan PA akan turun ke bawah untuk melihat korban sekaligus memberikan pendampingan.”Kami belum dapat laporan dari Polres, namun saya akan minta petugas kita untuk segera cek. Setelah itu kita akan langsung berikan pendampingan kepada korban. Kita siap memberikan pendampingan dalam bentuk apapun,”tegas dr. Maya saat diwawancarai usai menghadiri pengukuhan Darma Wanita di lapangan parkir kantor Pemkab Lampura, Kamis (21/20).
Selain memiliki penasehat hukum lanjut Maya, pihaknya juga memiliki dokter ahli guna pendampingan agar tidak terjadi trauma.
Bahkan saat akan melakukan pendampingan ke pengadilan pun pihaknya siap dan semua Free tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis.
Untuk itu dirinya menghimbau kepada orang tua untuk sesering mungkin menanyakan anak apa saja kegiatan di sekolah dan kegiatan yang dilakukan setelah pulang sekolah.
Kemudian anak-anak juga harus lebih aktif bercerita tentang kegiatannya sehari-hari kepada orang tua.”Hati-hati juga dengan gejet karena banyak predator-predator anak yang mengincar anak-anak kita.
Dampingi pada saat mereka harus melaksanakan kegiatan sekolah yang menyangkut tentang media sosial,”himbaunya.
Diketahui BJ(60) warga Desa Baru Raharja Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampura tega mencabuli bocah IA(9) yang merupakan tetangga BJ.
Terbongkarnya peristiwa bejat yang dilakukan BJ bermuli dari kecurigaan saksi Abas selaku keponakan terduga pelaku BJ yang memergoki sang kakek keluar melalui pintu belakang rumahnya bersama korban IA pada Minggu(17/10) sekitar pukul 19.30 WIB.
Kemudian Korban IA di antar pulang kerumah orang tuanya yang ada di RW 001 Desa Baru Raharja Kecamatan setempat.
Beberapa waktu sebelumnya, kejadian serupa juga pernah di lihat oleh saksi Abas.
Saat setelah korban tiba di rumahnya, karena khawatir terjadi apa-apa dengan putrinya, orang tua korban NK langsung bertanya apa yang telah terjadi, korbanpun menceritakan perbuatan asusila sang kakek terhadap dirinya. Mendengar pengakuan tersebut NK lansung melaporkannya ke pihak berwajib.(ria/her)






