KOTABUMI–Kabupaten Lampung Utara (Lampura), sebentar lagi punya Pondok Pesantren (Ponpes) Qur’an dan Dakwah. Ponpes modern yang dikhususkan bagi anak yatim dan piatu serta anak dari kalangan kurang mampu. Sebab yayasan Alkarim Rasyid Indonesia, akan mendirikan Ponpes dimaksud di dusun Tulung Mili, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Lampura. Ponpes itu rencananya akan berdiri diatas lahan seluas 3,5 Ha, yang merupakan hibah tokoh dan pengusaha sukses Lampura, Hi.Yusuf Syahmin yang merupakan pembina Yayasan Alkarim Rasyid Indonesia. Pembangunan Ponpes yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp.20 Miliar itu, direncanakan akan rampung dalam waktu satu tahun.

Bupti Lampura Budi Utomo dan Hi.Yusuf Syahmin pembina Yayasan Alkarim Rasyid Indonesia, saat diwawancarai usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Ponpes
Dukungan terhadap berdirinya Ponpes itu, tidak hanya datang dari Pemerintah Kabupaten Lampura, tetapi juga dari pejabat dan tokoh lain diluar Lampura. Ini terlihat pada saat dalam peletakan batu pertama pembangunan Ponpes itu, pada Selasa (37/10). Selain dihadiri bupati Lampura Budi Utomo dan sejumlah pejabat serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Lampura, juga dihadiri sejumlah tokoh penting. Seperti hadirnya mantan walikota Bandarlampung, Herman HN yang merupakan kerabat Yusuf Syahmin dan wakil bupati Waykanan Ali Rahman.
Dalam sambutannya, Bupati Lampura H. Budi Utomo menyatakan menyambut baik atas didirikannya Ponpes tersebut. Karena melalui pendidikan yang berbasis agama, maka masa depan generasi bangsa akan dapat semakin agamis.
Dikatakan Budi, berdirinya Ponpes ini tentunya memberikan daya dukung kepada Pemerintah Daerah, dimana dapat membentuk masyarakat yang agamis, yang juga merupakan bagian dari Visi dan Misi Pemkab Lampura.”Saya optimis, jika akhlak, moralitas, dan kehidupan beragama di Lampura dapat berjalan dengan baik, maka Insya Allah SWT pembangunan di segala bidang juga dapat berjalan dengan lebih baik lagi,”ucap Budi,
Diakuinya, pesantren adalah salah satu wadah pendidikan yang telah ada dari sejak zaman dahulu, bahkan jauh sebelum bangsa dan negara ni merdeka. Keberadaannya hingga kini tetap eksis dan kokoh berdiri, bahkan terus berkembang di tengah-tengah gempuran era globalisasi dan perubahan zaman.
Karena itulah, Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, ingin memberikan pengakuan dan independensi pesantren yang berdasarkan kekhasan dalam melaksanakan fungsi kemasyarakatan, kedakwahan dan pendidikan.
Serta mengatur penyetaraan pesantren dengan pendidikan umum sehingga generasi bangsa ini tidak hanya menguasai IPTEK, tetapi juga menguasai IMTAQ.”Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk selalu berupaya menerapkan konsep pendidikan yang tidak hanya menjadikan manusia pintar dan menguasai ilmu pengetahuan.
Tetapi juga menjadikan manusia sebagai manusia yang kenal dan takut dengan tuhannya, sehingga dapat menyikapi berbagai dinamika yang terjadi dengan bijak dan hati yang jernih, termasuk dalam menyikapi adanya pandemi Covid-19 yang sedang melanda negeri ini,”kata dia.
Bupati menyadari bahwa adanya pandemi Covid-19 ini adalah kehendak dari sang pencipta dan kondisinya saat ini masih terus mengancam keselamatan.
Sebagai seorang Muslim tentunya berkeyakinan bahwa pada hakikatnya yang menyembuhkan penyakit itu adalah sang pencipta Alam semesta.
Namun demikian, seorang Muslim tidak boleh berdiam diri, melainkan harus berikhtiar dengan berobat ke dokter atau mencari obat alternatif lain, serta berupaya memprioritaskan pencegahan daripada tindakan pengobatan.
Untuk itu, salah satu ikhtiar untuk bisa segera keluar dari pandemi Covid-19 ini dengan melaksanakan vaksinasi dan mematuhi himbauan dari Pemerintah untuk menjaga dan menerapkan protokol kesehatan.”Mudah-mudahan, melalui momentum peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Alkarim Rasyid Indonesia kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah SWT.
Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga Kabupaten Lampung Utara dapat senantiasa dalam kondisi yang aman, agamis, maju dan sejahtera,”harapnya.(ria/her)






