Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 27 Okt 2021 20:29 WIB ·

Warga Lampura Keluhkan Naiknya Harga Minyak Goreng Kadisdag Bakal Sidak Pasar bersama Bulog


 Foto Kadisdag Lampura Hendri. Perbesar

Foto Kadisdag Lampura Hendri.

KOTABUMI-Naiknya harga Minyak Goreng tentu menjadi topik utama di seantero jagat raya, hal itu tentu membuat kebanyakan kaum wanita terutama Ibu Rumah Tangga(IRT) mengeluh.
Untuk itu Kepala Dinas Perdagangan(Disdag) Kabupaten Lampura Hendri dalam waktu dekat akan menggelar infeksi mendakak(Sidak) di sejumlah Pasar Tradisional yang ada di Lampung Utara(Lampura).
Hendri mengatakan, informasi kenaikan harga minyak goreng ini sudah diketahui olehnya dari beberapa wilayah dan pemberitaan baik yang ada di media cetak, elektronik maupun media online.
Mendapat informasi tersebut tentu pihaknya tidak akan tinggal diam.”Secepatnya saya dan jajaran akan turun ke pasar untuk. Saya minta juga pedagang untuk tidak main-main dalam hal ini. Apalagi sampai melakukan penimbunan yang menyebabkan harganya semakin membengkak,”ucap Hendri saat diwawancarai, Selasa(27/9).

Jika harga minyak goreng terus mengalami kenaikan lanjut Hendri, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik(Bulog) untuk mengadakan operasi pasar.
Untuk sementara ini harga minyak goreng naik di kisaran Rp 1000 hingga Rp 3000 per liternya.
Biasanya konsumen membeli minyak paling mahal dengan harga Rp 29.000 – Rp 30.000 per dua liter.
Namun karena ada kenaikan harga saat ini di jual dengan harga Rp 32.000- Rp 35.000 per dua liter, tergantung mereknya.”Kalau terus naik kita akan gandeng Bulog. Kita akan adakan operasi pasar, tentu harganya jauh lebih murah dibanding harga jual saat ini. Tapi mudah-mudahan saja naiknya tidak dalam waktu lama,”harapnya.

Naiknya harga minyak goreng sendiri tambah Hendri, disebabkan naiknya juga harga bahan mentah untuk pembuatan minyak yakni buah sawit.
Kejadian ini tidak hanya terjadi di Lampura saja, namun juga di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Untuk itu ia meminta kepada Konsumen untuk tidak membeli minyak goreng dalam jumlah banyak, apalagi sampai menyetok karena takut harganya akan naik kembali.
Beli lah dalam jumlah secukupnya dan sewajarnya.”Saya minta Masyarakat tidak gegabah, apalagi sampai nekat membeli minyak goreng dalam jumlah banyak. Kalau terjadi seperti itu harga akan semakin naik, belilah sewajarnya dan secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari,”himbaunya.(ria/her)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

3.590 Peserta Pawai Songsong Ramadhan Dilepas

11 Februari 2026 - 09:48 WIB

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Trending di Headline