KOTABUMI–Meskipun pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH), menyiapkan tempat pembuangan sampah disejumlah titik, namun masih saja ada warga yang membuang sampah sembarangan. Sehingga sampah berserakan dan mencemari wajah kota Kotabumi. Seperti terlihat di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, tepatnya di dekat virginia meubel Kotabumi. Sampah berserekan ditrotoar jalan, yang membuat trotoar itu kotor dan kumuh serta berbau. Padahal, DLH telah menyediakan tempat pembuangan sampah tidak jauh dari tempat itu. Dimana setiap harinya armada sampah mengambil sampah dimaksud pada pagi dan sore hari untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Mendapati kenyataan ini, Kepala DLH Tomy Suciadi mengimbau warga untuk membuang sampah pada tempat pembuangan sampah yang telah disediakan. Dengan demikian, tak akan ada tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga. “Tak bosan–bosannya, kami imbau kepada warga agar membuang sampah pada tempatnya demi kenyamanan kita semua,” ujar, Tomy Suciadi, Selasa (11/1/2022).
Tomy juga menyarankan, pembuangan sampah rumah tangga hendaknya dilakukan di pagi atau malam hari. Hindari membuang sampai di siang hari. Sebab pembuangan sampah di siang hari hanya akan menimbulkan tumpukan baru karena proses pengangkutan sampah dilakukan pada pagi dan sore hari.
“Kalau buang sampahnya pagi atau malam hari, selain mempermudah pekerjaan petugas, kenyamanan warga juga akan tetap terjaga karena enggak ada tumpukan sampah,” jelasnya.
Meski pengangkutan sampah mnggunakan truk hanya dilakukan pada pagi dan sore hari, bukan berarti pengangkutan sampah di luar waktu tersebut tidak dilakukan. Terdapat tiga bentor yang dioperasikan untuk membersihkan sampah yang baru pada siang harinya. Jika ada sampah yang belum terangkut, maka bentortadi akan membawa sampah-sampah yang tersisa. “Kita punya 10 unit truk sampah, dan tiga bentor, cukup untuk membersihkan sampah-sampah yang ada pada Tempat Pembuangan sampah dan membawanya ke TPA. tapi tanpa kesadaran semua pihak, pembersihan sampah tak akan berjalan maksimal,” pungkasnya. (ndo/her)






