KOTABUMI–Dinas Perdagangan abupaten Lampung Utara(Lampura), bkerjasama dengan Badan Urusan Logistik(Bulog) menggelar Operasi Pasar (OP) Minyak Goreng Kemasan di tiga titik. Yakni di Pasar Sentral Kotabumi, Pasar Pagi Kotabumi dan Kantor Dinas Perdagangan Lampura.

Tampak Masyarakat saat hendak menerobos masuk kantor Disdag Lampura,
Namun lokasi OP yang dilangsungkan di Pasar Sentral Kotabumi dan Pasar Pagi harus dibubarkan. Hal itu dilakukan karena jumlah Masyarakat yang membludak dan menimbulkan kerumunan. Bahkan di lokasi kantor Disdag Ibu Rumah Tangga(IRT) yang terdiri dari Emak-emak itu menerobos kantor Disdag.
Alhasil karena terobosan Masyarakat yang berdesak-desakan seorang IRT didapati pingsan di lokasi.
Tak hanya itu saja, rombongan Emak-emak yang menduduki kantor Disdag itu langsung melakukan penjarahan empat dus minyak goreng kemasan.”Penjualan minyak sempat kita berhentikan karena jumlah Masyarakat membludak bahkan sampai diterobos.
Tentu kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi kita agar kedepan lebih baik lagi dalam penerapan Prokes,”ucap Kadisdag Hendri, Senin (21/2).
Terkait Penjarahan yang dilakukan Masyarakat Hendri mengatakan, tidak akan menempuh jalur hukum, sebab diketahui bersama Masyarakat sangat membutuhkan minyak tersebut.
Untuk Minyak yang rencana awal dijual dengan harga seuai SE Pemerintah Pusat itu di dua Pasar ada 1200 liter, namun tidak jadi di jual karena jumlah Masyarakat sangat banyak dan tidak mematuhi Prokes.
Kemudian di Disdag sudah dihabiskan oleh Masyarakat, bahkan ada yang disisihkan terlebih dahulu karena Masyarakat tidak mematuhi Prokes jadi diberhentikan sejenak malah di jarah oleh Masyarakat.”Ini program kita jemput bola, Provinsi siap menyuplai kita. Tapi kita juga harus patuh Prokes, di Kabupaten lain itu bisa masyarakatnya patuh Prokes jadi bisa dilaksanakan nazarnya,”kata dia.
Ditempat yang sama Ketua Harian Satgasus Covid-19 Yusrizal menjelaskan, di dua Pasar pengadaan Bazar harus dihentikan karena jumlah Masyarakat yang banyak dan mengantri sambil berdesak-desakan sehingga tidak bisa dihindari lagi.
Untuk itu disarankan di dua Pasar tersebut diberhentikan terlebih dahulu, dan pihaknya bekerjasama dengan Dinas terkait akan menata ulang tata cara penjualan minyak agar Masyarakat tidak berkerumun.”Inikan pengalaman pertama, kita lihat antusias Masyarakat yang membutuhkan sangat tinggi jadi kita harap maklum. Kedepan akan kita tata kembali,”pungkasnya.
Disdag Lampura Dituding Timbun Minyak Goreng
Lantaran beredar kabat tak sedap bahwa Dinas Perdagangan sengaja menyimpan ratusan liter minyak goreng didalam gudang. Kadisdag Lampura, Hendri, menggelar jumpa pers dilokasi kantor Disdag setempat. Ia membantah telah sengaja ‘menimbun’ stok minyak goreng yang belum sempat dibagikan kepada warga yang ikut mengantri.
“Saya tegaskan tidak ada penimbunan. Hanya miskomunikasi saja. Kita stop operasi pasar karena ratusan warga mulai abai terhadap protokol kesehatan. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan klaster penyebaran virus Corona dari operasi pasar,” tegas Hendri.
Terkait adanya upaya penjarahan oleh warga, dirinya tidak mempersoalkan hal tersebut. Ia menganggap masih dalam hal yang wajar, dikarenakan banyak warga yang belum mendapatkan minyak goreng tetapi OP terpaksa harus dibubarkan. Sehingga dimungkinkan warga terpancing emosi dan lepas kontrol.
“Kita tidak akan mempermasalahkan insiden itu, kita harap maklum lah, tadi itu memang ada sebagian yang kita tahan (minyak goreng) karena prokes mulai tidak terjaga, makanya kita berhentikan sementara,” jelas Kadisdag.
Menurutnya, Operasi Pasar ini bukan awal dan akhir, pihaknya akan terus jemput bola sehingga OP akan terus dilakukan untuk menekan harga minyak goreng dipasaran. Untuk OP kali ini, pihaknya bekerjasama dengan pihak Bulog dan Distributor PT. Wilrika Citra Mandiri dengan menyiapkan stok sebanyak 3.200 liter dengan titik sebar 600 liter di lokasi Pasar Sentral, 600 liter di Pasar Pagi, dan 2.000 liter disiapkan untuk OP di halaman kantor Dinas Perdagangan setempat.
“Masyarakat jangan khawatir, bukan sekali ini saja kita adakan Operasi Pasar, kedepan akan kita buka lagi kegiatan serupa, kita upayakan untuk menggandeng seluruh pihak, bahkan hingga tingkat Provinsi Lampung. Intinya Dinas Perdagangan siap memfasilitasi warga untuk mendapatkan minyak goreng murah,” tandasnya.
Sementara, ketika disinggung berapa jumlah minyak goreng yang di jarah warga? Sayangnya Kadisdag Hendri enggan menyebutkan jumlahnya.
“Yang jelas, itu sisa saat di stopnya OP di Kantor Disdang ini. Itu dikatakan warga mulai menggambarkan Prokes,” tegasnya.
Salah seorang staf Disdag Lampura, mengatakan, permasalahan warga yang sengaja mendobragk ruangan itu, dikarenakan mereka tidak percaya jika stok paska OP habis. Sehingga warga mendatangi kantor Disdag kembali.
“Nah untuk minyak yang di jarah warga itu, sebenarnya milik kami para staf. Itu (minyak goreng) sudah kami bayar. Sebab untuk satu staf dapat satu liter minyak,” kata seorang staf yang mewanti-wanti identitasnya dikorankan.
“Stoknya juga tidak banyak. Cukup untuk kami para staf aja kok. Warga sudah mengambilnya, mau diapakan lagi,” keluh staf Disdag lainnya (ria/rnn/her)






