Menu

Mode Gelap
Wartawan AJNN Aceh Dilaporkan ke Polisi, Ini Sikap Tegas PJS Perhimpunan Jurnalis Siber Provinsi Lampung Resmi Dibentuk P3K Bakal Tak Diusulkan Lagi Pelajar SDN Handuyangratu Masih Belajar di Eks Balai Desa Disdikbud Persiapkan SDM Dalam Era Pembelajaran Digital

Headline · 24 Feb 2022 18:42 WIB ·

Minyak Goreng Langka, Harga Gorengan Tetap Normal


 Foto Riduan
Caption : Suhadi(50) pedagang gorengan di jalan Serma Peturun, tepatnya depan SDN 4 Tanjung Aman - Kotabumi Selatan, tetap beroperasi dengan menerapkan harga normal, meski minyak goring mengalami kelangkaan. Foto dibidik pukul 13.00 WIB, Rabu(23/2).
Perbesar

Foto Riduan Caption : Suhadi(50) pedagang gorengan di jalan Serma Peturun, tepatnya depan SDN 4 Tanjung Aman - Kotabumi Selatan, tetap beroperasi dengan menerapkan harga normal, meski minyak goring mengalami kelangkaan. Foto dibidik pukul 13.00 WIB, Rabu(23/2).

KOTABUMI – Meski keberadaan minyak goreng mengalami kelangkaan, namun harga jual berbagai macam panganan gorengan semacam tahu isi goreng, pisang goreng, bakwan, serta lainnya tidak mengalami kenaikan. Hal ini berdasarkan pantauan Radar Kotabumi di sejumlah tempat penjualan panganan ringan tersebut. Para pedagang gorengan mengaku tetap menjual produk mereka dengan harga normal, mengingat minyak goreng dapat dipakai berulang kali untuk memasak panganan tersebut.

Sukadi(50) salah seorang pedagang gorengan di Jalan Serma Peturun Tanjungaman, Kecamatan Kotabumi Selatan mengaku harga minyak goreng sulit didapat, bahkan dirinya harus membeli dengan harga di atas normal yakni Rp 45 Ribu – Rp 50 Ribu per dua kilogram(kg). Namun, tidak merubah harga jual dagangan gorengannya yakni seribu rupiah per gorengan.”Tetap seribu rupiah, karena kan minyak goreng dapat digunakan berulang kali,” ujarnya saat dijumpai lapaknya, sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu(23/2).
Menurutnya, para pedagang tidak mungkin menaikan harga gorengan, khawatir para pelanggan menjadi kabur. ”Harga seribu rupiah saja, mereka sudah bilang mahal. Masak iya mau kita naikan lagi,”imbuhnya dia.

Meski begitu, Suhadi mengungkapkan, dampak langka dan mahalnya minyak goreng keuntungannya yang didapatnya mengalami penurunan pasca kelangkaan tersebut.
“Kalau sebelumnya, kita bisa mendapat keuntungan bersih Rp 1,5 juta. Kalau sekarang, Rp 1,5 juta itu belum(pendapatan, Red) bersih. Karena ada biaya tambahan dalam membeli minyak goreng,”kata dia.

Hal senada diungkapkan Suyono(45) pedagang gorengan yang biasa mangkal di jalan Ahmad Akuan, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi. Dia berharap, pemerintah dapat mencarikan solusi dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng tersebut.
“Kalau terus – terusan begini bisa gulung tikar kami sebagai pedagang kecil dengan modal pas-pasan,”singkatnya.(rid)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hamartoni Dapat Kado Terindah Dari PWI Saat HPN

9 Februari 2026 - 17:51 WIB

Saat Lantik Sekda, Wabup Tegaskan Jadi Pejabat Jangan Nyogok

9 Februari 2026 - 17:44 WIB

Penetapan Tersangka Wartawan Ryan di Babel Cacat Prosedur, Hentikan Kriminalisasi Pers!

9 Februari 2026 - 09:30 WIB

Mahmud Buka Musda II PJS Babel, Rikky Permana Kembali Pimpin DPD

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

Hasil Konferja, Provinsi Lampung Bakal Jadi Tuan Rumah HPN 2027

7 Februari 2026 - 20:26 WIB

Bersama Disparbud 9 Penari Diberangkatkan Menuju HPN PWI Banten

7 Februari 2026 - 10:52 WIB

Trending di Headline