KOTABUMI – Para Kepala Desa(Kades)/Lurah se Kabupaten Lampung Utara(Lampura) diminta jemput bola dalam pengadaan minyak goreng. ” Dengan begitu, kebutuhan minyak goreng dapat dipenuhi,”ujar Kepala Dinas Perdagangan Hendri, SH., MM., Senin(28/2).
Hendri menegaskan, dengan cara jemput bola pihaknya sudah mendapatkan alokasi sebanyak 12 Ribu liter minyak goreng, untuk didistribusikan kepada sejumlah desa yang ada di Lampura.

Masyarakat saat hendak menerobos masuk kantor Disdag Lampura, pada OP yang digelar Senin (21/2) lalu
”Sudah ada lima desa yang sudah kita distribusikan atas pemesanan secara mandiri, dan kita sudah pusatkan pembagiannya di desa Trimodadi Kecamatan Abung Selatan secara mandiri,”ujar dia.
Hendri mengatakan, bagi para pemesan minyak goreng sebaiknya memesan langsung melalui desa/kelurahan, dengan melampirkan kartu tanda penduduk(KTP) elektronik, dan kartu keluarga(KK) disertakan juga kuota minyak goreng yang diperlukan beserta dana yang diperlukan.
”Sehingga kita bisa koordinasi dengan pihak distributor minyak goreng yang ada di provinsi,”tukasnya.
Lebih lanjut Hendri menjelaskan, jika minyak goreng yang akan diterima masyarakat harus dibayar dimuka. Untuk itu, dia mengharap seluruh biaya administrasi serta pembiayaan atas pembelian minyak goreng itu, bisa diselesaikan dimuka melalui aparatur desa/kelurahan.
”Jadi minyak goreng keluar dari gudang sudah selesai pembayarannya. Untuk biayanya disesuaikan dengan HET(Harga Eceran Tertinggi),”katanya sambil mengatakan termasuk biaya pendistribusian ditanggung pemohon.
“ Untuk biaya(angkut dan akomodasi, Red) di tanggung pihak desa/kelurahan, kita hanya memberikan solusi dalam mengatasi soal kelangkaan minyak goreng ini,”kata dia.
Hendri menambahkan, upaya pemerintah daerah ini sebagai bentuk mengatasi kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Lampura. ”Bagaimana masyarakat dapat menerima minyak goreng sesuai dengan harga eceran tertinggi(HET) yang ditetapkan pemerintah. Kita berupaya membantu masyarakat,”tegasnya.
Hendri menyebut, sudah banyak upaya pemerintah daerah dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng. Mulai dari, operasi pasar, kemudian menggandeng sejumlah perusahaan minyak goreng, hingga bantuan dari kementerian perdagangan dengan mensuplay minyak goreng curanh untuk masyarakat.
” Kita juga sudah distribusikan bantuan minyak goreng dari PT Persatuan Pedagangan Indonesia(PPI) untuk mensyarakat. Kita coba secara maksimal membantu masyarakat Lampura,”pungkasnya.(rid)






